BKDD Minta Warga Laporkan Pungli Tes CPNS
TIMIKA — Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah (BKDD) Kabupaten Mimika, Provinsi Papua meminta warga untuk melaporkan tindakan pungli oknum-oknum tidak bertanggung jawab terkait dengan tes CPNS.
Kepala BKDD Mimika, Paskalis Kirwelakubun mengatakan jika ada oknum-oknum menjanjikan seseorang bisa diangkat menjadi CPNS dengan mengumpulkan berkas serta meminta sejumlah uang berarti itu termasuk penipuan dan juga pungli.
Paskalis mengatakan, tes CPNS tahun 2018 yang dijadwalkan akhir Juli ini akan berlangsung ketat. Pendaftaran akan diseleksi menggunakan sistem berbasis Computer Assisted Test (CAT) Badan Kepegawaian Nasional (BKN). Selain itu, sistem pendaftaran penerimaan CPNS tahun ini juga terintegrasi di portal sscn.bkn.go.id.
“Kami minta agar masyarakat Mimika tidak terpengaruh dengan oknum-oknum tidak bertanggung jawab yang meminta sejumlah uang dengan menjanjikan lulus CPNS,” ujarnya di Timika, Senin (16/7/2018).
Sementara itu, sejumlah guru honorer di Mimika mengeluhkan adanya tindakan oknum-oknum tertentu yang mulai meminta sejumlah uang kepada para guru honorer dengan iming-iming lulus tes CPNS.
“Saya hampir ditipu, pertama diminta Rp100.000 untuk biaya administrasi. Selanjutnya saya diminta bayar Rp1.500.000 jika mau lulus tes CPNS,” kata seorang guru honorer di Timika.
Selain itu, seorang guru honorer mengatakan bahwa salah satu teman guru honorer di salah satu sekolah swasta di Timika telah menyetor uang sejumlah Rp500.000 kepada oknum yang diduga juga mengimingi lulus tes CPNS.
Paskalis berharap agar jika ada masyarakat yang mengalami hal serupa silahkan melapor ke pihak kepolisian. Hal itu bertujuan agar tidak ada lagi korban-korban lain. [Ant]