BBM Satu Harga Rambah Konawe
JAKARTA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebutkan, program BBM satu harga telah merambah Kecamatan Wawonii Barat, Kabupaten Konawe Kepulauan, Sulawesi Tenggara.
Informasi Kementerian ESDM yang dikutip di Jakarta, Rabu, menyebutkan, kehadiran lembaga penyalur BBM satu harga berupa SPBU kompak itu disambut baik masyarakat setempat. Sebelum adanya program ini, untuk memperoleh satu liter BBM jenis Premium atau Pertalite, masyarakat harus membayar sebesar Rp10.000. Di samping mahal daripada harga semestinya, itu pun tidak menjamin ketersediaan selalu ada ketika dibutuhkan.
Hal itu disebabkan karena pedagang eceran BBM di Pulau Wawonii masih bergantung pada stok BBM dari Kendari, ditambah akses transportasi yang sulit dan harus berganti-ganti.
“Sebelum peresmian lembaga penyalur ini, kami mendapat BBM dari pedagang eceran, susah mendapat bensin. Kami harap dengan adanya lembaga penyalur ini dapat membantu kami,” ujar Kalvin, warga setempat.
Kabupaten Konawe Kepulauan seluas 1.514 km2 yang terbagi dalam tujuh kecamatan dihuni 29.164 jiwa, dan harus bergantung pada pedagang eceran untuk memenuhi kebutuhan BBM. Pemerintah melalui program BBM satu harga hadir untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
“Harapan kami ke depan, tidak hanya di titik ini saja dibangun lembaga penyalur. Pulau ini cukup luas. Sebaiknya segera dibangun lembaga-lembaga penyalur lainnya. Itu akan memudahkan masyarakat Konawe Kepulauan untuk beraktivitas,” imbuh Kalvin.
Sementara itu, Cecep Trisnajayadi, Sekretaris Daerah Kabupaten Konawe Kepulauan, menyampaikan kebahagiaan warga Wawonii Barat akan hadirnya BBM satu harga ini.
“Warga menyambut baik berdirinya SPBU di sini sehingga masyarakat dapat menikmati Premium dengan harga sama di wilayah lain yakni Rp6.450/liter dan Solar seharga Rp5.150/liter. Kini masyarakat bisa mengurangi spekulasi tingginya harga dan kelangkaan BBM di Kabupaten Konawe Kepulauan,” ungkap Cecep.
Dia berharap, adanya SPBU kompak akan mendorong pertumbuhan ekonomi Kabupaten Konawe Kepulauan. “Harga BBM di sini sebelumnya jauh lebih tinggi dari harga yang ditetapkan pemerintah. Sebelumnya masyarakat membeli bensin eceran rata-rata seharga Rp10.000 per liter. Ini adalah bentuk kemerdekaan masyarakat Konawe Kepulauan dari belenggu harga BBM yang tinggi,” tandasnya.
Berdasarkan peta jalan BBM satu harga Kementerian ESDM, terdapat 73 titik lembaga penyalur yang akan beroperasi pada 2018. (Ant)