Alga Hijau, Alternatif Pengobatan Mastitis pada Sapi Perah
Editor: Koko Triarko
YOGYAKARTA – Masih tingginya kasus mastitis pada ternak di Indonesia, menjadi salah satu penyebab tidak maksimalnya produksi susu nasional saat ini. Mastitis merupakan penyakit yang sangat merugikan peternak, karena ambing sebagai produksi susu mengalami kerusakan akibat infeksi mikroba pathogen.
Selama ini, penanganan mastitis masih menggunakan antibiotik konvensional. Namun, penggunaan antibiotik yang terus-menerus justru berpotensi meningkatkan residu antibiotik dalam susu, dan berpotensi terjadinya peningkatan resistensi bakteri terhadap antibiotik itu sendiri.
Mengatasi persoalan tersebut, tiga Mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) UGM, yaitu Marista Kurniati, Dion Adiriesta Dewanda, dan Yusuf Farid Achmad, yang tergabung dalam tim PKM-PE, memanfaatkan potensi Alga Hijau (Ulva fasciata) sebagai solusi pengobatan alami penyakit mastitis.
Di bawah bimbingan Dosen dan sekaligus Dekan FKH UGM, Prof. Dr. drh. Siti Isrina Oktavia Salasia, para mahasiswa memanfaatkan kelimpahan sumber daya kelautan Indonesia itu sebagai solusi alternatif pengobatan mastitis, terutama akibat Methicillin Resistant Staphylococcus Aureus (MRSA) pada hewan ternak.
Menurut Marista Kurniati, Alga Hijau banyak tersebar di Indonesia, terutama di wilayah pantai Gunungkidul, dan selama ini belum dimanfaatkan optimal oleh masyarakat. Padahal, tumbuhan ini memproduksi metabolit alami yang bersifat antibakteri, antiinflamatori, antiproliferstif, antiviral, dan antioksidan.
“Senyawa bioaktif Ulva fasciata berpotensi sebagai obat alami berbagai penyakit infeksi. Termasuk mengatasi mastitis pada ternak. Karena sejumlah penelitian menyebutkan, resistensi antibiotik pada kasus mastitis pada sapi cukup tinggi, mencapai 56,1 persen,” kata Marista Kurniati, di Kampus FKH UGM, Jumat (13/07/2018).
