19 Desa di Sigi Sulteng Jadi Sentra Pengembangan Kopi

Kopi, ilustrasi - Dok: CDN

SIGI — Sebanyak 19 desa di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, menjadi sentra pengembangan kopi yang merupakan merupakan komoditas perkebunan primadona di daerah itu.

Pemkab Sigi, kata Oscar Loso, seorang pejabat di Kecamatan Pipikoro, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah misalnya, menetapkan Pipikoro sebagai pusat pengembangan kopi dan beberapa komoditas perkebunan lainnya.

“Salah satu komoditas unggulan yang dikembangkan petani Pipikoro adalah kopi dan kemiri. Semua bibit yang dibutuhkan petani disediakan oleh Pemkab Sigi,” kata Oscar, Rabu (11/7/2018).

Dari 19 desa di Kecamatan Pipikoro yang akan dijadikan lokasi pengembangan kopi, katanya, sudah ada beberapa desa yang telah merealisasi pembukaan lahan dan memulai penanaman.

Bibit yang akan dibudidayakan di wilayah tersebut adalah kopi lampung dan juga lokal.

Pipikoro selama ini merupakan sentra produksi kopi lokal yang cukup diminati masyarakat tidak hanya di Kabupaten Sigi tetapi juga telah dipasarkan ke berbagai kota di Sulteng dan Indonesia, bahkan sampai ke mancanegara.

Dia mengaku bahwa wisatawan mancanegara yang datang ke Pipikoro pasti menikmati minuman kopi yang diproduksi secara tradisional dan memiliki aroma dan ciri khas tersendiri.

“Pokoknya rasanya sangat berbeda dengan minuman kopi lainnya,” ujar Oscar.

Sementara Bupati Sigi Moh Irwan Lapata sebelumnya mengatakan wilayah Kulawi Raya telah dicanangkan sebagai lokasi pengembangan beberapa komoditi perkebunan dan juga buah-buahan.

Salah satunya, kata Bupati Irwan, yang kini sedang dikembangkan di wilayah Pipikoro adalah kopi.

“Kopi sangat cocok dikembangkan di wilayah tersebut karena iklim dan kondisi tanahnya mendukung,” kata dia.

Guna meningkatkan perekonomian masyarakat, Pemkab Sigi terus membangun berbagai infranstruktur khususnya di wilayah-wilayah yang terbilang selama ini terabaikan.

“Kita secara bertahap membangun sarana dan prasana, termasuk jalan dan juga jaringan listrik agar masyarakat bisa meningkatkan ekonomi mereka,” kata bupati.

Pada tahun ini juga, Kecamatan Pipikoro sudah akan dibangun jaringan listrik untuk menerangi desa-desa yang selama ini tidak terjangkau penerangan listrik PLN.

Begitu pula dengan prasana jalan akan dibangun sehingga masyarakat bisa segera memasarkan hasil panen komoditi pertanian dan perkebunan ke Kota Palu, Ibu Kota Provinsi Sulteng.

Jika jalan sudah memadai dan listrik PLN masuk niscaya penghasilan dan kesejahteraan masyarakat dipastikan meningkat lebih bagus.

“Pemkab Sigi berupaya agar pembangunan bisa dirasakan secara merata di semua wilayah yang ada di daerah itu,” kata Bupati Irwan Lapata. [Ant]

Lihat juga...