Ulat Ganas Menyerang Tanaman Padi di Aceh

Ilustrasi -Dok: CDN
MEULABOH – Tidak kurang dari dua hektare tanaman padi petani di Desa Kulam Kaju, Kecamatan Woyla Barat, Kabupaten Aceh Barat, rusak total akibat diserang hama sejenis ulat yang menggerek daun dan batang tanaman padi.
Syarifuddin, warga Desa Kulam Kaju, mengatakan, serangan hama ulat tidak tanggung-tangung, seluruh batang tanaman padi ludes dimakan, yang membuat petani semakin khawatir serangan hama ulat hanya terjadi saat malam hari.
“Hama ulat itu merusak tanaman dengan memakan secara keseluruhan batang padi yang baru tanam dan berusia empat puluh hari. Sulit kita basmi, karena ulat merusak pada malam, kalau siang hari ulat itu menghilang dari sawah,” sebutnya.
Syarifuddin menyampaikan, serangan hama ulat tersebut, hanya dalam hitungan menit satu ulat bisa menghabiskan satu batang tanaman padi, sehingga yang tersisa hanya batang akar di sawah. Petani mengaku mengalami kerugian hingga jutaan rupiah.
Masyarakat petani desa setempat masih bigung untuk mencari cara menyelamatkan tanaman padi yang diserang hama ulat, mereka khawatir bila terus dibiarkan, seluruh tanaman padi di sawah hanya tersisa akar batang.
“Sampai saat ini sudah lebih dua hektare tanaman padi yang dirusak selama dua hari. Jika dibiarkan terus, maka akan meluas. Kami bingung bagaimana membasminya. Setahu saya, ulat ini juga sudah menyerang padi di Desa Ie Itam Tunong,” sebutnya.
Dia menyampaikan, belum pernah melihat serangan hama demikian, namun sepintas melihat kondisi fisik saat malam hari, ulat itu menyerupai jenis ulat terong, petani meminta pihak terkait dari pemda setempat segera melakukan upaya penyelamatan.
Hal senada juga disampaikan, Harbi, yang mengalami kondisi serupa, tanaman padinya di Gampong Masjid, Kecamatan Kaway XVI, Aceh Barat juga diserang hama ulat dan masih berupaya melakukan upaya koordinasi dengan pihak terkait.
“Tanamn padi saya juga diserang hama ulat. Belum ada solusi untuk membasmi, karena butuh analisis dari pengamat hama, sehingga belum ada rekomendasi yang bisa saya lakukan, hari ini kalau tidak hujan saya akan coba periksa terlebih dulu,” katanya.
Harbi yang merupakan mantan Kepala Bidang Tanaman Pangan pada Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Aceh Barat ini, menyampaikan, dirinya akan coba melakukan intervensi awal dengan penyemprotan racun pestisida.
Namun, Harbi, tidak berani merekomendasikan pestisida digunakan oleh petani lainnya yang saat ini tanaman padinya diserang hama, karena setiap kecamatan daerah sentra pertanian memiliki pengamat hama yang meneliti dan merekomendasi cara antisipasi.
“Saya tidak berani merekomendasikan cara ini untuk petani lain, kita tunggu saja hasil pengamat hama nanti. Berdasarkan pengalaman yang sudah-sudah, penyebab hama seperti ini karena faktor iklim atau perubahan cuaca,” jelasnya.
Harbi, menyampaikan, biasanya ulat yang menyerang tanaman padi hanya terjadi saat kondisi sawah kelebihan air, tetapi hampir semua area pesawahan di daerah tersebut dalam dua pekan ini justru mengalami kekeringan atau kekurangan air.
“Karena itu, serangan hama akibat fenomena alam ini harus dilakukan pengamatan oleh ahlinya, sehingga ada solusi yang lebih cepat dan tepat untuk menyelamatkan,”pungkas Harbi yang saat ini bertugas pada Dinas Syariat Islam Aceh Barat itu. (Ant)
Lihat juga...