Tambah Penghasilan, Arini Berdagang Daun Gebang

Editor: Mahadeva WS

MAUMERE – Usaha penjualan daun gebang kering bahan baku pengikat motif kain tenun masih tetap bertahan di Maumere, NTT. Daun gebang masih dibutuhkan seiring meningkatnya produksi kain tenun ikat.

Arini,salah seorang yang sudah belasan tahun penjual daun Gebang. Foto : Ebed de Rosary

“Usaha ini hanya sekedar sampingan saja setiap hari Selasa yang merupakan hari pasar mingguan di pasar Alok untuk menambah penghasilan keluarga. Kalau hari biasa kami menjual sayur dan hasil kebun lainnya,” sebut Arini, seorang pedagang daun gebang, Selasa (5/6/2018).

Daun Gebang atau Enau dibeli Arini dari para pemilik pohon di Kecamatan Magepanda. Satu ikat daun gebang dibeli Rp1.500 dan dijual Rp5.000 sehingga mendapat keuntungan Rp3.500. Setiap berdagang, Arini membawa 50 ikat daun gebang.

Penjual daun gebang lainnya Mama Deta kepada Cendana News mengatakan, setiap Selasa selalu berjualan daun gebang bersama tiga orang temannya. “Lumayan buat menambah penghasilan daripada menganggur di rumah. Kami sudah belasan tahun menjual daun gebang selain menjual sayur dan aneka hasil kebun setiap harinya,” tuturnya.

Ada dua jenis daun gebang yang dijual meski harga jualnya tetap sama Rp5.000 satu ikatnya. Kelima pedagang tersebut menggelar dagangan di lantai dekat los pasar kain tenun yang setiap Selasa selalu ramai dengan pedagang dan penjual tenun ikat.

Hampir setiap menit ada saja pembeli yang datang membeli daun Gebang yang dijual. Biasanya setelah menjual kain tenun mereka di los tekstil, mereka akan membeli daun gebang untuk dipergunakan menenun kain tenun ikat.

Lihat juga...