Ramadan, Pengusaha Kerupuk Ini Rasakan Berkah Penjualan

Editor: Satmoko

LOMBOK – Berkah berjualan selama Ramadan, tidak saja bisa dirasakan penjual makanan, jajanan dan minuman cepat saji, tapi juga dirasakan masyarakat kalangan usaha rumahan seperti penjual kerupuk beras yang bisa menjual banyak kerupuk hasil olahan.

Tingkat konsumsi dan kebutuhan masyarakat yang tinggi selama Ramadan menjadi peluang besar bagi para pelaku usaha rumahan seperti kerupuk bisa meningkatkan nilai penjualan dan keuntungan.

Rohini, pengusaha kerupuk di Kabupaten Lombok Timur mengaku, nilai penjualan kerupuk olahan buatannya selama Ramadan cukup menggembirakan dibandingkan di luar bulan puasa.

“Biasa kalau selama puasa Ramadan, penjualan dan pesanan kerupuk memang lebih banyak daripada di luar Ramahan. Mungkin karena selama Ramadan kebutuhan masyarakat mengonsumsi kerupuk lebih tinggi,” kata Rohini, Minggu (3/6/2018).

Kerupuk olahan yang masih mentah nampak sedang dijemur. Foto: Turmuzi

Bahkan karena banyaknya permintaan, dirinya seringkali kewalahan melayani pesanan. Karena itulah selama Ramadan dirinya mengajak tetangga membantu membuat kerupuk olahan, supaya bisa menghasilkan banyak kerupuk kering.

Dikatakannya, hasil produk kerupuk olahan yang dihasilkan, selain dijual dengan cara menerima pesanan, juga sebagian dijual langsung di pasar tradisional kepada pengepul maupun warga.

Mustiani, pengusaha kerupuk lain mengatakan, kerupuk beras atau kerupuk nasi cukup diminati masyarakat, baik sebagai camilan maupun menu pelengkap bagi warga atau rumah makan .

“Terkadang belum sampai di tempat jualan sudah ada yang borong,” katanya.

Sebelum dipasarkan kerupuk terlebih dahulu diikat, satu ikat berisi enam bungkus plastik kecil dijual dengan harga Rp10.000 per ikat, nanti penjual pengecer di warung biasanya menjual dengan harga Rp2.000 sampai Rp2.500 per bungkus.

Rohini menambahkan, bahwa dirinya lebih suka menjual secara bijian dibanding menjual per gantus (per enam biji) karena dinilai lebih menguntungkan.

Dalam sehari hasil penjualan kerupuk, baik yang langsung datang membeli ke rumah maupun menjual di pasar tradisional, bisa mencapai Rp300.000 sampai Rp500.000.

Lihat juga...