Produksi Padi di Kaltim, Naik 94.765 Ton

Lahan padi, ilustrasi -Dok: CDN
SAMARINDA – Produksi padi di Provinsi Kalimantan Timur, naik 31,04 persen, dari 305.377 ton gabah kering giling (GKG) pada 2016 menjadi 400.102 ton GKG pada 2017, atau bertambah 94.765 ton.
“Kenaikan produksi padi hingga mencapai 94.765 ton GKG itu, merupakan angka tetap yang kami peroleh dari Badan Pusat Statistik Kaltim,” ujar Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Provinsi Kaltim, Ibrahim, di Samarinda, Jumat (29/6/2018).
Peningkatan produksi ini berkat terus dilakukannya intensifikasi dan ekstensifikasi tanaman padi di sejumlah kabupaten di Kaltim, terutama di daerah yang masyarakatnya intensif menanam padi seperti di Kabupaten Kutai Kartanegara, Penajam Paser Utara, Paser, dan Kabupaten Berau.
Untuk ekstensifikasi (perluasan lahan padi), lanjutnya, terus dilakukan penambahan sehingga saat ini mengalami peningkatan mencapai 31,04 persen.
Perluasan tanaman padi itu dapat dilihat dari data 2016, yang seluas 80.343,6 hektare (ha), naik menjadi 94.393,7 ha pada 2017, atau terjadi penambahan luas tanaman padi mencapai 14.050,1 ha dalam dua tahun terakhir.
“Ketersediaan beras pada 2016 sebanyak 48,86 persen dari kebutuhan penduduk di Kaltim, sementara pada 2017 terjadi kenaikan produksi padi sebesar 31,01 persen dari 2016,” ucapnya.
Dari data tersebut, lanjut Ibrahim, terlihat, bahwa tanaman padi meningkat, namun hal ini juga merupakan peringatan bagi pihaknya untuk tetap melakukan analisa dan evaluasi, termasuk melakukan berbagai upaya untuk lebih meningkatkan capaian kinerja, karena peningkatan produksinya masih rendah.
Upaya-upaya terobosan sangat diperlukan, dalam rangka mengakselerasi peningkatan kinerja capaian produksi, yakni untuk menciptakan swasembada beras, sehingga semua stafnya diminta kerja keras guna mencapai target swasembada tersebut.
“Pada 2018, untuk percetakan sawah baru, kami dapat jatah hampir 80 ribu hektare, dan untuk jagung ada sekitar 30 ribu hektare, itu pun sudah terbagi habis yang dicetak di kabupaten/kota, sehingga diyakini ke depan mampu meningkatkan hasil panen di Kaltim,” katanya.
Di sisi lain, pihaknya akan terus berupaya menambah luasan tanaman padi, baik yang anggarannya dari APBN maupun APBD, termasuk terus melakukan intensifikasi, seperti meningkatkan kapasitas petani terkait pola pemupukan dan pemeliharaannya, agar mampu menghasilkan padi yang berkualitas. (Ant)
Lihat juga...