Petani Buah Naga di Karangjoang Beralih Tanam Jambu Kristal

Editor: Koko Triarko

BALIKPAPAN — Akibat terserang hama penyakit yang menyebabkan turunnya produksi, membuat sebagian besar petani buah naga di kawasan Kelurahan Karangjoang, beralih ke tanaman buah lainnya, seperti jambu kristal, jambu air dan sawo.
Berdasarkan data yang disampaikan Kelurahan Karangjoang, petani yang bertahan untuk tetap merawat atau memelihara buah naga tersisa 20-30 persen dari lebih 100 hektare yang ditanami.
Lurah Karangjoang, Arbainsyah. –Foto: Fery Cahyanti
Dengan metode tumpang sari, petani beralih ke sayuran dan mayoritas ke buah salak dan jambu kristal.
“Buah naga itu betul-betul jatuh, karena terserang penyakit sejak dua-tiga tahun terkahir, jadi petani beralih ke tanaman lainnya, yaitu jambu kristal, jambu air dan salak lebih meningkat,” ungkap Lurah Karangjoang, Arbainsyah, saat ditemui Senin (25/6/2018).
Menurutnya, cukup luas lahan yang dimiliki petani di kawasan Karangjoang, karena kawasan utara masih banyak ditanami pertanian dengan metode tumpangsari. Bahkan, di kawasan tersebut terdapat 50 lebih kelompok tani, namun yang aktif hanya 39 kelompok.
“Satu kelompok itu sekitar 10-15 orang. Jadi, ada kelompok petani buah-buahan, sayur sayuran dan karet. Sistemnya tumpangsari, jadi ada banyak jenis yang ditanami, kecuali karet tidak menggunakan sistem tumpangsari,” terangnya.
Disebutkan Arbainsyah, dengan banyaknya petani yang beralih ke jambu kristal dan lainnya, terlihat produksi jambu kristal di Kilometer 21 hingga 28 Balikpapan Utara, meningkat drastis.
Bahkan, permintaan pun meningkat, sehingga untuk penjualan pun petani juga baru dilakukan tingkat lokal.
“Semua petani di Km 21 tanam salak cukup luas puluhan hektare. Mereka jualnya sebagian ke lokal, dan sebagian ke supermarket. Apalagi, jambu kristal masih produksinya terbatas, tapi peminatnya besar,” kata Arbainsyah.
Ia mengakui, serangan hama penyakit pada buah naga membuat petani cepat beralih dan reaktif untuk mencari tanaman pengganti untuk menghasilkan lahan pertaniannya.
“Alhamdulilah petani kreatif, begitu terserang cepat beralih ke lainnya untuk mengganti tanaman,” celetuknya.
Sedangkan petani buah naga yang bertahan, tambah Arbainsyah, tengah mencari cara mengatasi hama penyakit pada tanamannya, agar tetap berbuah dan bertahan.
“Bersama Dinas Pertanian tentunya, untuk mencari bagaimana agar buah naga ini tidak terserang dan bertahan,” tutupnya.
Lihat juga...