Penumpang di Bandara Frans Seda Maumere Mulai Melonjak
Redaktur: ME. Bijo Dirajo
MAUMERE — Penumpang yang hendak mudik ke kampung halaman menggunakan pesawat dari bandara Frans Seda Maumere empat hari menjelang hari raya Idul Fitri mulai mengalami peningkatan. Semua tiket pesawat yang dijual sudah dibeli sejak minggu pertama Juni 2018.
“Lonjakan penumpang mulai meningkat sejak hari ini, Senin (11/6/2018) dengan tujuan Kupang dan Denpasar untuk melanjutkan penerbangan ke Jawa dan daerah lainnya mulai mengalami peningkatan,” sebut kepala bandara kelas II Frans Seda Maumere, Yohanes Rukep Keraf, saat ditemui Cendana News di bandara, Senin (11/7/2018) siang
Namun hingga saat ini, kata Yohanes, belum ada penambahan penerbangan atau extra flight meskipun terjadinya lonjakan penumpang.
“Lonjakan penumpang akan terjadi tanggal 13 dan 14 Juni nanti namun semua penumpang dapat terangkut sebab pihak maskapai juga telah mengatur jadwal penerbangan mereka sebulan sebelumnya sehingga para penumpang tidak mengalami kesulitan,” tuturnya.
Arus keberangkatan biasanya meningkat dua hingga tiga hari menjelang lebaran, tambah Yohanes, sehingga pihaknya juga bersiaga dan berkordinasi dengan pihak maskapai agar tidak ada penumpang yang tidak terangkut.
“Jumlah pesawat berbadan lebar jenis Boeing 737 ada maskapai Nam Air dengan rute Denpasar-Maumere-Kupang dan kembali ke Kupang-Maumere-Denpasar. Juga ada pesawat jenis ATR 72 ada maskapai Wings Air setiap hari dengan rute Kupang-Maumere-Denpasar dan kembali lagi Denpasar-Maumere-Kupang,” bebernya.
Selain itu beber yohanes, ada juga pesawat ATR 72 milik maskapai Garuda dengan rute Denpasar- Maumere dan Maumere-Denpasar serta Trans Nusa yang setiap hari melayani penerbangan Kupang-Maumere-Makasar dan Makasar-Maumere-Kupang.

Yosef Sudarso salah seorang penumpang yang hendak mudik ke Jawa saat ditanyai Cendana News mengakui dirinya sudah memesan membeli tiket untuk mudik dua minggu kemarin untuk tujuan Surabaya sehingga tidak merasa khawatir saat hendak mudik.
“Saya sudah pesan tiket ke Surabaya sejak dua minggu kemarin namun karena tidak ada penerbangan langsung maka saya akan transit di Denpasar menuju ke Surabaya. Harga tiketnya memang mengalami peningkatan sekitar 50 persen,” paparnya.
Ditambahkan Yosef, dirinya baru setahun bekerja di Maumere sebagai pedagang dan ingin kembali ke kampung halamannya untuk merayakan lebaran bersama isteri dan anak-anaknya. Sebulan setelah lebaran baru dirinya akan kembali ke Maumere.
“Setahun saya biasanya dua kali pulang kampung saat lebaran dan menjelang tahun baru. Memang tiket pesawatnya mahal sehingga saya berencana akan membawa isteri dan anak saya untuk tinggal di Maumere nanti makanya sekalian mengurus surat pindah sekolah anak saya,” ungkapnya.