Pembangunan Sentra Ikan di Sebatik Segera Diselesaikan

Ilustrasi tambak ikan-Foto: Dokumentasi CDN.

NUNUKAN  – Sentra Perikanan dan Kelautan Terpadu (SPKT) di Pulau Sebatik Kabupaten Nunukan, Kaltara segera dirampungkan pembangunannya seiring dengan rencana penyerahan bantuan 60 unit kapal oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan kepada koperasi nelayan di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia ini.

Penyerahan bantuan kapal yang berukuran 5-10 grass tonase (GT) ini diharapkan SPKT Pulau Sebatik dimanfaatkan nelayan setempat untuk menghidupkan perekonomian masyarakat pada sektor perikanan dan kelautan, kata Gubernur Kaltara, Irianto Lambrie di Pulau Sebatik, Nunukan, Minggu.

Ia mengatakan, keberadaan SPKT tersebut bagian dari Nawacita Presiden Joko Widodo membangun pulau-pulau kecil dan kawasan perbatasan yang basis sektor kelautan dan perikanan sebagai penggerak utamanya.

Ia mengatakan, lanjutan pembangunan SPKT Pulau Sebatik ini dalam tahap pelelangan. “Pembangunan awal SPKT Sebatik ini dalam tahap perampungan. Sedangkan tahap berikutnya telah dilelang lagi jadi pembangunannya segera dimulai,” ujar dia.

Total anggaran pembangunan SPKT Pulau Sebatik ini adalah Rp29 miliar. Target penyelesaian diupayakan Desember 2018.

SPKT ini akan menjadi tempat pendaratan hasil tangkapan ikan bagi nelayan sebelum dibawa ke negeri jiran Malaysia atau pedagang Malaysia datang membeli ikan tersebut.

Irianto Lambrie menyatakan, SPKT Pulau Sebatik salah satu dari tiga yang ditargetkan KKP RI untuk diresmikan 2018 ini termasuk di Pulau Natuna, Riau dan Merauke, Papua.

SPKT Pulau Sebatik ini juga akan dijadikan tempat pendaratan kepiting dan udang yang merupakan potensi tangkapan dari pulau-pulau kecil di sekitar pulau itu.

Pemprov Kaltara menyatakan, posisi Pulau Sebatik yang bersisian dengan Tawau Negeri Sabah, Malaysia potensial dijadikan pintu ekspor.

Selama ini produksi kepiting yang resmi tercatat tujuh ton per bulan. Bahkan pihak KKP menduga volume yang tidak tercatat mencapai delapan ton karena ditangkap dalam keadaan bertelur atau berukuran di bawah ketentuan, lalu diselundupkan ke negeri tetangga. (Ant)

Lihat juga...