Mudik, Menhub tak Anjurkan Bersepeda Motor Malam Hari
Editor: Satmoko
LAMPUNG – Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Budi Karya Sumadi menganjurkan, pemudik angkutan lebaran 2018/1939 Hijriah khususnya pengguna kendaraan roda dua tidak melakukan perjalanan mudik malam hari.
Hal tersebut dikemukakan Budi Karya Sumadi saat melakukan kunjungan kerja ke pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan. Anjuran pemudik dengan motor mengurungkan perjalanan malam hari karena risiko perjalanan di malam hari sejumlah lampu penerangan jalan umum di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) mati.
Budi Karya Sumadi juga menegaskan anjuran tersebut memperhitungkan faktor keselamatan serta kondisi fisik pemudik. Menhub menganjurkan pemudik melakukan istirahat di sejumlah rest area serta lokasi istirahat yang disediakan oleh pihak kepolisian.
Hal tersebut dikemukakan Menhub saat dikonformasi wartawan terkait matinya ratusan lampu jalan di ruas Bakauheni-Panjang.

Ia menyebut, sesuai dengan kondisi, jarak sekitar 60 kilometer tidak dianjurkan untuk mempergunakan motor dengan berbagai risiko yang harus dihadapi. Kepada pihak pemerintah daerah dan instansi terkait ia juga mengimbau agar menyiagakan alat berat mengantisipasi titik rawan di Jalinsum.
Kepada pemudik yang terpaksa menggunakan kendaraan roda dua, Menhub memastikan Kemenhub bekerjasama dengan pihak terkait menyiapkan fasilitas mudik gratis.
Fasilitas mudik gratis khusus untuk kendaraan roda dua di tiga titik di antaranya pelabuhan Tanjungpriok Jakarta ke pelabuhan Tanjung Mas Semarang, Tanjungpriok ke pelabuhan Panjang Lampung.

Tren pemudik kendaraan roda dua dari pulau Jawa ke Pulau Sumatera yang dekat bahkan membuat fasilitas mudik gratis tidak maksimal.
Meski ada tawaran fasilitas mudik gratis, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung, Qodratul Ikhwan, menyebut fasilitas tersebut sepi peminat. Berdasarkan data Dishub Lampung, pemilik dengan fasilitas mudik gratis terdata sebanyak 300 motor.
Sebagian merupakan karyawan pabrik di dekat pelabuhan Tanjungpriok Jakarta tujuan pelabuhan Panjang Lampung.
“Berbagai sosialisasi sudah dilakukan namun banyak yang memilih tetap naik kapal roro melewati Merak ke Bakauheni sehingga mengakibatkan kemacetan di jalan,” terang Qodratul Ikhwan.
Dinas Perhubungan disebutnya berkoordinasi dengan kepolisian melakukan penanganan titik kemacetan yang berpotensi terjadi di Jalinsum. Penggunaan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Bakauheni-Terbanggibesar hingga kini yang bisa digunakan saat angkutan lebaran hanya segmen satu pelabuhan Bakauheni Selatan-Bakauheni Utara sepanjang 8,9 Kilometer. Selain itu segmen lima Lematang-Sabahbalau sepanjang 5,2 Kilometer.
Qodratul Ikhwan juga menyebut sesuai rencana awal JTTS ruas Bakauheni-Sidomulyo akan dipakai sepanjang 39,5 kilometer. Namun dengan fasilitas belum memadai jalur alternatif di jalan tol tersebut hanya bisa digunakan saat siang hari karena tidak ada fasilitas lampu, rambu, rest area dan stasiun pengisian bahan bakar umum.

“Pengamanan secara estafet akan dilakukan dengan menggunakan unit patroli lalu lintas secara konvoi,” papar AKBP M. Syarhan.
Setelah melakukan kunjungan kerja ke pelabuhan Bakauheni, Menhub yang didampingi oleh Dirut PT. ASDP Indonesia Ferry Ira Puspadewi melakukan kunjungan kerja ke pelabuhan penyeberangan Merak, Banten.
Kunjungan tersebut dilakukan melihat kesiapan pihak terkait dalam menghadapi angkutan lebaran menggunakan moda transpotasi laut, khususnya pelabuhan penyeberangan sekaligus fasilitas jalan darat dan pelabuhan udara.