KPU Kota Bengkulu: Kandidat Harus Jaga Pendukungnya Tetap Kondusif
BENGKULU — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bengkulu meminta para kandidat Pilkada 2018 harus menjaga massa pendukung mereka untuk tetap kondusif selama hari pemilihan berlangsung sampai pada penetapan pasangan wali kota terpilih.
Komisioner KPU Kota Bengkulu, Deby Harianto menyebutkan, sebagai peserta pemilu, menjaga stabilitas keamanan daerah juga menjadi tanggung jawab kandidat.
“Calon pemimpin yang memiliki kapasitas tentu bisa terus mengontrol massa mereka, kita terus berharap menjadi penyelenggaraan pemilu terdamai,” kata dia di Bengkulu, Selasa (26/6/2018).
Imbauan ini tidak hanya untuk kandidat dan pendukung saja, tetapi juga berlaku bagi tim pemantau atau saksi pemilu yang diutus masing-masing pasangan calon untuk mengawasi jalannya tahapan pencoblosan sampai penghitungan suara.
“Pahami aturan dan ikuti sampai selesai agar nantinya tidak mempermasalahkan hal-hal yang sebenarnya tidak bermasalah,” katanya.
Penyelenggara lanjut Deby hanya mengakui tim pemantau atau saksi yang memiliki surat mandat dari kandidat. Setiap TPS hanya diizinkan satu orang saja pemantau pemilu masing-masing pasangan calon.
“Terlepas yang datang lebih dari satu orang dari kandidat tertentu, yang boleh masuk ke TPS hanya satu orang dan yang memiliki surat mandat, kalau mau bergantian masuk ke TPS silahkan, asal sama-sama memiliki mandat,” ujarnya.
Pada 12 Februari 2018 lalu, KPU telah menetapkan empat pasang calon yang maju pada Pilkada serentak 2018 yakni, nomor urut satu, calon independen Mayor Inf David Suardi yang berpasangan dengan Bakhsir, nomor urut dua Ketua DPRD Kota Bengkulu, Erna Sari Dewi yang menggandeng Ahmad Zarkasi dan diusung parpol Nasdem, PKS serta PPP.
Wali kota petahana Helmi Hasan dengan nomor urut tiga, ia bersama calon wakilnya Dedy Wahyudi diusulkan oleh parpol PAN, Gerindra dan Partai Demokrat. Pasangan nomor urut empat yakni wakil wali kota petahana Patriana Sosialinda–Mirza yang diusung Golkar, PDIP dan Hanura. [Ant]