Jelang Lebaran, Menhub Cek Persiapan PT. ASDP Bakauheni

Editor: Satmoko

LAMPUNG – Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi, melakukan kunjungan kerja ke pelabuhan PT. ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni Lampung Selatan.

Didampingi Direktur Utama PT. ASDP Indonesia Ferry, Ira Puspadewi dan rombongan, Menhub yang tiba di dermaga VI dengan menggunakan helikopter tersebut langsung melihat kesiapan terminal antarmoda serta sejumlah fasilitas di PT. ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni.

Budi Karya Sumadi menyebut, secara umum kesiapan pelayanan fasilitas di pelabuhan penyeberangan Bakauheni sudah cukup baik. Fasilitas pelayanan ruang loket pembelian tiket pejalan kaki yang ditinjau disebutnya sangat nyaman dengan sejumlah petugas yang melayani pembelian tiket.

Budi Karya Sumadi yang didampingi oleh General Manager PT. ASDP Indonesia Ferry juga sempat berdialog dengan petugas loket pembelian tiket pejalan kaki.

Loket penjualan tiket pejalan kaki dioperasikan sebanyak lima loket pada hari biasa [Foto: Henk Widi]
“Semua fasilitas sudah cukup memadai dengan petugas loket yang cukup ramah dalam melayani calon penumpang, angkutan lebaran dengan kapal semoga bisa dilayani maksimal,” terang Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi di pelabuhan PT. ASDP cabang Bakauheni, Sabtu (2/6/2018).

Budi Karya Sumadi juga sempat berdialog dengan petugas loket pembelian tiket pejalan kaki yang melayani penjualan tiket pejalan kaki dengan sistem elektronik.

Fasilitas pendukung pelayanan pelabuhan yang dicek oleh Menhub selain loket di antaranya fasilitas ruang ibu dan anak, serta turn stile untuk tiket elektronik. Rombongan juga langsung melakukan pengecekan fasilitas gang way menuju ke kapal roll on roll off (roro).

Kepada pihak ASDP Budi Karya berharap semua fasilitas yang disiapkan bisa digunakan dengan baik. Selain kesiapan fasilitas pelabuhan Bakauheni, rombongan juga langsung mendengarkan paparan terkait kesiapan stake holder dalam angkutan lebaran 2018/1439 Hijriah.

Ira Puspadewi, Dirut PT. ASDP Indonesia menyebut, pihaknya telah menyiapkan berbagai persiapan jelang angkutan lebaran. Ia menyebut ada sebanyak 7 lintasan di Indonesia untuk peningkatan traffic saat angkutan lebaran. Saat angkutan lebaran traffic terbesar akan ada peningkatan pada lintasan Bakauheni-Merak, Ketapang-Gilimanuk dan lintasan di Nusa Tenggara Barat.

Ruang ibu dan anak menjadi salah satu lokasi yang dikunjungi Menhub [Foto: Henk Widi]
Ira Puspadewi menyebut, sesuai prediksi akan ada peningkatan arus lalu-lintas pada H-3 sebelum lebaran. Ia menyebut, penumpang saat angkutan lebaran jumlah pemudik akan mencapai 24.000 penumpang saat puncak arus mudik lebaran.

Sesuai data diperkirakan akan mencapai jumlah pemudik sebanyak 18.000 kendaraan pribadi, pejalan kaki 21.000 kendaraan roda dua, dan penumpang lain.

“Perhatian PT. ASDP Indonesia Ferry tersebar di lintasan antara Pulau Jawa ke Pulau Sumatera dan Pulau Jawa ke Pulau Bali,” terang Ira Puspadewi.

Ira Puspadewi menyebut ASDP Indonesia Ferry menyediakan sebanyak
217 kapal di sebanyak 7 lintasan di Indonesia. Untuk melayani angkutan lebaran pihaknya bekerjasama dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) dan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) di sejumlah lintasan dengan penyiapan kapal roro yang sudah dicek melalui uji petik.

Upaya melayani arus liburan lebaran, pengaturan layanan perjalanan kapal disebut Ira Puspadewi akan lebih dipersingkat. Khusus untuk waktu bongkar muat kapal (port tim) disebut Ira akan dipercepat menjadi selama 45 menit waktu berlayar (sailing time) sekitar 1,5 jam.

Pelayanan penjualan tiket, disebut Ira Puspadewi, tetap menyediakan sistem penjualan tiket yang dilakukan melalui penjualan online.

Sebagai upaya mencegah penumpukan penumpang pejalan kaki ,kendaraan roda dua PT. ASDP Bakauheni juga menyiapkan booth penjualan tiket di pabrik. Sistem tersebut, diakui Ira Puspadewi, untuk menyiapkan pembeli tiket yang banyak dibeli oleh para karyawan pabrik di antaranya di wilayah Banten dan Jakarta.

Selain di lintasan Merak-Bakauheni, perhatian PT. ASDP Indonesia Ferry di antaranya di Ketapang Gilimanuk dengan penyiapan buffer zone untuk melayani pengendara kendaraan roda dua.

Pada saat jam puncak di pelabuhan Bakauheni, pihak PT. ASDP Indonesia Ferry juga akan menyiapkan dermaga VII khusus untuk motor. Berdasarkan rencana khusus untuk dermaga VII, disiapkan sebanyak 8 trip kapal dengan muatan sebanyak 1500 motor.

Saat terjadi kelebihan akan dilakukan pembukaan di dermaga lain dengan pengawalan kepolisian agar memudahkan pengendara motor.

Lihat juga...