Dispar Lampung Gelar Aksi Sapta Pesona di Pantai Belebuk

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Dinas Pariwisata Provinsi Lampung, terus berupaya meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke berbagai objek wisata di provinsi tersebut.
Kepala Bidang Pengembangan dan Destinasi Dinas Pariwisata Provinsi Lampung, sekaligus ketua panitia Aksi Sapta Pesona, Rahmad Hariyadi, menyebut kegiatan di objek wisata bertujuan mengangkat potensi yang sudah ada.
Rahmad Hariyadi, Kepala Bidang Pengembangan dan Destinasi Dinas Pariwisata Provinsi Lampung [Foto: Henk Widi]
Menurutnya, kegiatan di Lampung Selatan merupakan Aksi Sapta Pesona yang kedua, setelah di pantai Minangrua, Desa Kelawi. Pada kegiatan di Pantai Belebuk, Desa Totoharjo, ia menyebut pembangunan pariwisata merupakan pembangunan lintas sektoral, sehingga suksesnya pembangunan pariwisata sangat ditentukan oleh dukungan dan partispasi aktif berbagai lapisan masyarakat.
Ia menyebut, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) ikut berpartisipasi aktif dalam memelihara dan melestarikan objek dan daya tarik wisata.
Pembangunan kepariwisataan tak lepas dari pengembangan sapta pesona, di antaranya mempertahankan rasa aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah tamah dan kenangan. Karena itu, perlu adanya sosialisasi bagi pelaku sektor wisata dan warga di sekitar pantai.
“Pentingnya kesadaran wisata dan sapta pesona masyarakat, khususnya masyarakat di sekitar pantai untuk menghidupkan wisata, sehingga memberi nilai manfaat ekonomis bagi kesejahteraan masyarakat,” terang Rahmad Hariyadi, di Pantai Belebuk, Kamis (28/6/2018).
Aksi Sapta Pesona di Pantai Belebuk, kata Rahmad Hariyadi, juga merupakan kegiatan Dinas Provinsi Lampung. Sebagai kegiatan dalam bidang sektor wisata, sumber dana berasal dari dokumen pengesahan daftar isian pelaksanaan anggaran petikan tahun anggaran 2018 nomor: DIPA-040.01.3.120107/2018 tanggal 5 Desember 2017.
Dana tersebut diperuntukkan bagi program pengembangan kepariwisataan, kegiatan pelaksanaan bimbingan teknis dan pemberdayaan masyarakat.
Rahmad Hariyadi menyebut, pengembangan wisata tidak lepas dari
peran media dalam melakukan promosi dan pengenalan wisata di Lampung. Promosi wisata tersebut bisa dilakukan dengan menggunakan media sosial melibatkan masyarakat umum, di antaranya pegiat wisata yang bisa meningkatkan kunjungan wisata yang ada di provinsi Lampung.
Peranan teknologi informasi, disebutnya akan sangat membantu dalam pengembangan wisata yang bisa meningkatkan ekonomi masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Seni dan Budaya Kabupaten Lampung Selatan, Yuda Sukmarina, menyebut Lamsel dipilih sebagai lokasi untuk kegiatan Aksi Sapta Pesona, karena memiliki objek wisata yang cukup beragam, terutama wisata bahari.
Sebagai upaya pengembangan destinasi wisata Pantai Belebuk, dilakukan Aksi Sapta Pesona bersih-bersih. Kegiatan tersebut diisi dengan sosialisasi sapta pesona, pembagian bibit pohon Ketapang untuk penghijauan, permainan dan kuis berkaitan dengan sejarah Gunung Krakatau.
Peserta Aksi Sapta pesona diikuti oleh 200 orang, terdiri dari pemerhati pariwisata, komunitas literasi, pokdarwis, serta berbagai elemen masyarakat.
Yuda Sukmarina menyebut, dengan aksi bersih-bersih itu akan menjadi pendorong masyarakat untuk mengembangkan sektor usaha wisata.
Sebab, katanya, khusus di Desa Totoharjo, pengelolaan sektor wisata melibatkan pemuda, Pokdarwis Ragom Helau yang terintegrasi dengan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Barokah.
“Bantuan stimulan untuk masyarakat di kawasan wisata bahari, semoga bisa menjadi penyemangat untuk terus mengembangkan destinasi wisata,“ beber Yuda Sukmarina.
Pada kegiatan Aksi Sapta Pesona di Pantai Belebuk, Dinas Provinsi Lampung juga memberikan bantuan kepada Pokdarwis Ragom Helau.  Bantuan bagi pengelola Pantai Belebuk tersebut, di antaranya 175 sapu lidi, 175 serokan sampah, 10 buah tempat sampah besar.
Untuk meningkatkan semangat masyarakat, Yuda Sukmarina juga membagikan beberapa hadiah bagi masyarakat. Di antaranya, kacamata, kaos dan topi yang bisa dipergunakan saat kegiatan wisata.
Lihat juga...