Arus Balik, Jalur Roda Dua Disiapkan di Pelabuhan Bakauheni
Editor: Satmoko Budi Santoso
LAMPUNG – Jalur khusus untuk kendaraan roda dua pada saat arus balik dari Pulau Sumatera menuju Pulau Jawa mulai disiapkan pada Sabtu malam (16/6).
I Putu Widhiatmaja, Asisten Manager Pokok Pelabuhan ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni menyebut, jalur khusus dengan panjang sekitar satu kilometer disiapkan dari pertigaan Jalan Lintas Sumatera dan Jalan Lintas Timur. Jalur dibuat dengan separator dan tali tambang sebagian menggunakan water barrier.
Pemasangan jalur khusus disebutnya dilakukan pada malam hari saat arus kendaraan belum ramai. Koordinasi dilakukan dengan satuan polisi lalu lintas Polres Lampung Selatan yang juga memasang jalur contra flow di pintu masuk pelabuhan.
Manajemen rekayasa lalu lintas dilakukan untuk memberi jalur khusus pemudik kendaraan roda dua. Sebab loket penjualan tiket roda dua sudah disiapkan di sisi kiri pintu masuk Pelabuhan Bakauheni.

Kipas khusus bahkan disediakan untuk memberi kenyamanan bagi pemudik kendaraan roda dua saat kondisi cuaca panas terik.
“Pemasangan jalur khusus kita pasang bersamaan dengan banner imbauan kendaraan roda dua menggunakan jalur paling kiri, kendaraan roda empat di sebelah kanan sesuai alur ke loket penjualan tiket,” terang I Putu Widhiatmaja, Asisten Manajer Pokok Pelabuhan ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni, saat ditemui Cendana News, Sabtu malam (16/6/2018).
Pengaturan jalur khusus kendaraan roda dua di jalur paling kiri, disebut I Putu Widhiatmaja, sekaligus menghindari kendaraan jenis truk parkir di sepanjang jalur masuk pelabuhan.
Kendaraan roda dua akan lebih mudah memasuki area Pelabuhan Bakauheni dengan adanya pengatur lalu lintas untuk mengarahkan ke area yang sudah ditetapkan. Selain petugas dari ASDP Bakauheni, relawan, saat arus balik personel Satlantas Polres Lamsel juga disiagakan untuk mengatur lalu lintas.

Saat area parkir dermaga VII penuh maka kendaraan roda dua akan dipecah ke sejumlah dermaga lain untuk mengangkut pemudik roda dua.
“Penggunaan kapal khusus bagi roda dua sekaligus untuk menghindari penumpukan antara kendaraan roda empat, pejalan kaki dan roda dua dalam satu kapal,” beber I Putu Widhiatmaja.
Puncak arus balik yang diprediksi akan terjadi pada 19-20 Juni, disebut I Putu Widhiatmaja, diantisipasi dengan penyiapan sarana dan prasarana bagi pemudik. Bagi pemudik pejalan kaki pada hari normal loket penjualan tiket pejalan kaki disediakan sebanyak 5 unit, loket tiket kendaraan roda dua sebanyak 1 unit, loket kendaraan roda empat sebanyak 8 unit.
Pada saat arus balik, mengantisipasi lonjakan pemudik disediakan tambahan sebanyak 9 unit loket penjualan tiket penumpang, sebanyak 14 loket roda dua, tambahan 9 unit loket kendaraan roda empat.
Sebanyak 10 lokasi toilet bahkan disediakan dengan sebanyak 69 unit toilet ditambah sebanyak 7 unit toilet portable.
Selain jalur khusus untuk loket pembelian tiket kendaraan, dua buah loket khusus juga disediakan bagi pemudik dengan kendaraan. Jalur tersebut disediakan di sebelah kanan loket penjualan tiket kendaraan bagi pemudik yang membeli tiket secara online.
Penjualan tiket secara online dilayani melalui penggunaan uang elektronik dan bisa dibeli di tempat yang menyediakan tiket secara online serta telah bekerjasama dengan PT. ASDP Indonesia Ferry.
Sesuai data rekapitulasi arus angkutan periode Lebaran dari Pelabuhan Merak, sebanyak 83.845 unit kendaraan roda dua menyeberang ke Sumatera. Jumlah tersebut, diakui I Putu Widhiatmaja, akan kembali ke Pulau Jawa secara bertahap sejak hari kedua Lebaran hingga seterusnya.
Sebab liburan yang cukup panjang membuat arus balik akan terpecah tidak hanya pada satu hari melainkan dalam beberapa hari.