Antisipasi Kenaikan Harga, Bulog Maumere Gelar Pasar Murah

Editor: Mahadeva WS

MAUMERE – Badan Urusan Logistik (Bulog) Divre Maumere menggelar pasar murah. Kegiatan untuk menjaga harga barang tersebut, digelar selama Ramadan hingga hari raya Idul Fitri.

Kepala Bulog Divisi Regional Maumere, I Putu Suantara. Foto : Ebed de Rosary

Pasar murah digelar di pasar-pasar di kota Maumere dan sekitarnya. Produk yang disajikan diantaranya beras, gula pasir dan minyak goreng. “Operasi pasar setiap hari terus kami lakukan termasuk memanatau harga jual beras, gula pasir dan minyak goreng. Kami juga menggelar pasar murah di lokasi perkantoran hingga ke kecamatan-kecamatan sesuai dengan permintaan,” ungkap kepala Bulog Divre Maumere I Putu Suantara, Kamis (7/6/2018).

Operasi pasar selain untuk menjaga harga, juga berfungsi untuk mencegah naiknya nilai inflasi. Tercatat saat ini inflasi di Kabupaten Sikka tergolong rendah hanya 0,06 persen. Hal tersebut menjadi sebuah target yang harus dipertahankan. “Kami juga telah membangun kerja sama dengan beberapa BUMN dan instansi lainnya dimana kami menyiapkan paket lebaran yang harganya Rp105 ribu per paket,” tambahnya.

Paket lebaran tersebut berisi beras lima kilogram, gula pasir dua kilogram serta minyak goreng sebanyak dua liter. Paket-paket tersebut biasanya dipesan untuk dibagikan kepada para karyawan di lingkungan perusahaan serta kepada panti asuhan dan masyarakat miskin.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM kabupaten Sikka Ir.Lukman MSi mengatakan, harga Sembako di beberapa pasar besar, toko-toko besar baik di kota Maumere maupun di sekitar kota Maumere dalam kondisi stabil. Lukman menyebut, instansinya setiap hari memantau harga jual sembako tersebut.

Pengecekan dilakukan di pasar-pasar besar, toko-toko serta mengecek ketersedian stok yang ada di gudang-gudang penyimpanan termasuk mengecek kedatangan kapal-kapal yang mengangkut semabko dari luar daerah. “Untuk beras selain didatangkan dari Sulawesi, juga ada yang didatangkan dari Bima provinsi NTT. Kalau telur dan lainnya dari Surabaya kecuali bawang merah dan bawang putih, selama ini hanya didatangkan dari Bima saja,” sebutnya.

Untuk pasokan sayuran, selama Kabupaten Sikka masih tercukupi dan masih harganya terjangkau karena pasokan datang dari lokal. Seperti dari Kabupaten Ende serta beberapa sentra pertanian di Sikka seperti Magepanda dan Waigete. Stok ikan dan daging juga mencukupi untuk kebutuhan selama lebaran.

“Biasanya kenaikan hanya terjadi pada telur, daging sapi dan juga ayam. Tapi besaran kenaikannya tidak terlalu tinggi berkisar antara Rp5 ribu sampai Rp10 ribu karena stok juga melimpah,” pungkasnya.

Lihat juga...