Wisata Umat Katolik, Goa Maria Ngison Nando Jadi Pilihan

Editor: Satmoko

LAMPUNG – Bagi umat Katolik di seluruh dunia devosi kepada Bunda Maria menjadi salah satu penghayatan iman. Bisa pula dilakukan dengan ziarah ke sejumlah lokasi.

Beberapa tempat devosi kepada Bunda Maria sekaligus tempat wisata ziarah rohani di Lampung di antaranya Goa Maria La Verna Padang Bulan di Pringsewu, Goa Maria Fajar Mataram di Bandarjaya Lampung Tengah dan Goa Maria Ngison Nando di Lampung Selatan.

Suster Rosalinda, CB salah satu anggota kongregasi biarawati Carolus Boromeus menyebut sejarah devosi kepada Bunda Maria sudah ada dalam tradisi Gereja Katolik sejak abad ke-13.

Sejarah tersebut bermula saat Paus Pius VII ditangkap serdadu Napoleon pada tahun 1809 dan memohon dukungan doa Bunda Maria agar dibebaskan dari penjara. Pada tanggal 24 Mei saat dibebaskan dan kembali ke Roma ia mengumumkan hari perayaan Bunda Maria Penolong umat Kristen.

Devosi tersebut diakuinya semakin dikenal setelah Paus Pius IX mengumumkan dohma Immaculate Conception atau Bunda Maria yang dikandung tidak bernoda pada tahun 1854 dan devosi Bunda Maria selama bulan Mei mulai dikenal oleh gereja secara universal.

Suster Rosalinda, CB salah satu biarawati yang mengajak anak anak bermain dan mengenalkan devosi kepada Bunda Maria selama bulan Mei [Foto: Henk Widi]
Paus Paulus VI bahkan mengeluarkan ensiklik the Month Of Mary yang isinya menyatakan Bulan Mei adalah bulan devosi umat beriman didedikasikan kepada Bunda Maria yang terberkati. Bulan Mei bagi umat Katolik baik di gereja maupun secara pribadi di rumah mempersembahkan penghormatan dan doa kepada Bunda Maria.

“Pada bulan Mei ini sejumlah tempat ziarah menjadi tempat untuk berdoa umat Katolik sekaligus wisata rohani dan diperkenalkan sejak dini kepada anak anak agar bisa mengimani dogma gereja. Khususnya terkait devosi kepada Bunda Maria selaku Bunda Yesus Kristus,” terang Suster Rosalinda CB saat dikonfirmasi Cendana News, Minggu (6/5/2018)

Selama bulan Maria tersebut seluruh umat Katolik diajak untuk tekun dalam doa melalui Bunda Maria dan mengarahkan hati kepada Allah Maha Rahim yang mengorbankan Yesus Kristus Putera-Nya.

Selama prosesi ziarah di Ngison Nando, sebanyak empat belas perhentian jalan salib disediakan dengan jarak sekitar satu kilometer. Jalur devosi jalan salib mengenangkan via dolorosa (jalan sengsara) Yesus Kristus diisi dengan doa Rosario untuk devosi kepada Bunda Maria.

Para biarawati dari kongregasi CB,HK,FSGM memandu anak anak bina aman anak Katolik untuk berdoa Rosario di Rumah retret Ngison Nando Kalianda Lampung Selatan [Foto: Henk Widi]
Bagi orang dewasa, Suster Rosalinda CB menyebut, umumnya sudah mengetahui tata cara devosi Rosario. Sebagai upaya memperkenalkan devosi Bunda Maria, bagi anak-anak ada beberapa kongregasi hidup bakti di antaranya biarawati Carolus Boromeus (CB), Hati Kudus Yesus (HK), Fransiskanes Santo Georgius Martir (FSGM) yang berada di wilayah Lampung Selatan.

“Kita perkenalkan doa-doa dalam Gereja Katolik dengan kegiatan wisata rohani agar sejak dini anak anak mengenal tradisi yang akan dijalankan hingga dewasa,” terang Suster Rosalinda CB.

Suster Anita, HK dari kongregasi Hati Kudus Yesus menyebut lokasi wisata ziarah Ngison Nando merupakan tempat retret atau rumah khalwat untuk berdoa dan kegiatan rohani umat Katolik.

Melalui keberadaan goa Maria yang sudah diberkati dengan rute jalan salib bisa dipergunakan untuk berdoa. Rute jalan salib dibuat dengan jalan setapak terbuat dari batu alam di tengah keteduhan beragam pohon buah-buahan sebagai tanaman pelindung di perbukitan.

Goa Maria Ngison Nando Kalianda Lampung Selatan menjadi salah satu destinasi wisata rohani bagi umat Katolik di Lampung [Foto: Henk Widi
Kunjungan umat Katolik untuk melakukan devosi jalan salib dan Bunda Maria diakui Suster Anita HK kerap dilakukan setiap akhir pekan. Selain fasilitas untuk berdoa, penataan lokasi yang dikonsep seperti taman di perbukitan menjadi tempat yang nyaman untuk berakhir pekan mendekatkan diri dengan alam dan sang Pencipta.

Keberadaan lokasi ziarah selain sebagai tempat berdoa juga menjadi tempat untuk menenangkan pikiran setelah sepekan disibukkan dengan pekerjaan.

Kunjungan  semakin meningkat saat bulan Mei sebagai bulan Bunda Maria dan bulan Oktober sebagai bulan Rosario. Pengunjung di antaranya merupakan perseorangan dan secara rombongan. Saat hari biasa jumlah kunjungan bisa mencapai puluhan orang dan saat bulan Bunda Maria bisa mencapai ratusan umat.

Umat Katolik yang melakukan wisata ziarah di antaranya berasal dari wilayah Lampung dan sebagian dari Jakarta. Lokasi yang berada di dekat pusat pemerintahan Lampung Selatan membuat Ngison Nando mudah diakses dari Bakauheni hanya sekitar satu jam.

“Kunjungan wisata rohani ziarah biasanya dikonsep dengan wisata alam mengunjungi sejumlah tempat wisata di Lampung yang juga dikenal keindahannya akan wisata bahari,” papar Suster Anita HK.

Selain sebagai sebuah kegiatan wisata rohani ziarah, Suster Anita HK menyebut sebagian pengunjung juga kerap membeli oleh-oleh khas Lampung. Pasca melakukan kegiatan ziarah, sejumlah peziarah di antaranya banyak membeli oleh-oleh khas Lampung. Seperti keripik pisang, kopi bubuk serta hasil kerajinan masyarakat di sejumlah tempat wisata di Kalianda.

Setelah berwisata ziarah, kunjungan ke sejumlah pantai masih menjadi pilihan setelah melakukan ziarah.

Basilius(30), salah satu peziarah asal Jakarta menyebut, kegiatan wisata ziarah dilakukan ke sejumlah tempat di Lampung. Kunjungan pertama bersama dengan rombongan dari salah satu paroki gereja, ia berencana mengunjungi tempat ziarah Goa Maria Laverna Pringsewu dan Fajar Mataram Lampung Tengah.

Wisata ziarah disebutnya dilakukan untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan melalui beragam devosi yang diimaninya sebagai pemeluk Katolik.

Lihat juga...