Tingkatkan Kualitas Produk, UMKM Butuh Rumah Kemasan
MANADO – Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) sangat membutuhkan rumah kemasan dalam upaya meningkatkan kualitas produk sehingga laku di pasaran.
“Dari sisi mutu produk UMKM Sulut sudah memenuhi standar, namun masih terkendala pengepakan dan kemasan yang kurang menarik,” kata Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulut, Ivanry Matu di Manado, Sabtu.
Masih banyak produk UMKM Sulut yang belum terkemas secara rapi dan menarik, sebagian besar masih menggunakan cara-cara tradisional, seperti contoh masih ada kemasan keripik pisang yang bakar pakai lilin untuk menutup kemasan tersebut, hal ini menjadikan produk UMKM tidak berdaya saing.
“Selama ini kami masih membuat di Jawa, sehingga berpengaruh pada biaya produksi dan waktu pengiriman pada gilirannya berdampak pada harga jual,” katanya.
Karena itu, Ivanry meminta pemerintah memfasilitasi rumah kemasan di Sulut, sekaligus dengan industri kemasannya yang bisa menjangkau wilayah Indonesia Timur.
Ivanry mengatakan di Dinas Perindag Sulut ada beberapa alat kemasan yang cukup bagus yang didapat dari pemerintah pusat, tapi itu belum termanfaatkan secara maksimal.
“Kami mengusulkan untuk alat-alat tersebut diwadahi dalam satu unit pelaksana teknis dan dikelola secara profesional siapa tahu bisa mendapatkan pemasukan juga untuk negara, dan hentikan bantuan alat yang tidak tepat sasaran,” tegasnya.
Ia menjelaskan menurut informasi sudah ada kajian pembuatan rumah kemasan di Provinsi Sulut, tapi mungkin sepertinya belum ditindaklanjut padahal kajian tersebut sudah ada sejak tahun 2014.
Apalagi, katanya, menghadapi turis mancanegara maupun lokal maka UMKM itu harus berdaya saing.
Pemerintah menargetkan 1 juta turis di Sulut pada tahun 2018, nah peluang ini harus dimanfaatkan dengan baik jangan sampai pelaku UMKM tidak terpapar dampak ekonominya akibat dari mereka sendiri yang tidak membaur, produk dan kemasan pun tidak diminati oleh para turis. (Ant)