MATARAM – Dinas Perdagangan (Disdag) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar pasar murah jelang Ramadhan di sejumlah titik. Kegiatan tersebut dilakukan dengan mengerahkan puluhan distributor kebutuhan pokok.

Pasar murah tersebut digelar untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok jelang puasa. “Kegiatan ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat. Khususnya kebutuhan komoditas bahan pokok (bapok). Termasuk upaya untuk stabilisasi harga memasuki puasa ramadhan,” kata Kepala Seksi Pemasaran Produk Dalam Negeri Disdag NTB Sarjana saat memantau pasar murah di lapangan Sekarbela, Kota Mataram, Selasa (8/5/2018).
Sarjana menjelaskan, kegiatan pasar murah yang dilaksanakan merupakan kerjasama dengan forum sales dan marketing NTB. Kegiatan diikuti 40 distributor produk bahan pokok yang selama ini mensuplai barang ke wilayah NTB khususnya Mataram.
Dalam kegiatan pasar murah, Disdag tidak hanya menghadirkan program untuk pemenuhan kebutuhan sembako. Di titik pasar murah juga ditawarkan sejumlah komoditas lain yang dibutuhkan masyarakat, seperti popok, kosmetik, obat-obatan, dan elektronik.
“Artinya, tidak hanya beras, gula, dan minyak goreng tetapi juga kebutuhan rumah tangga lain, mulai dari kebutuhan bayi berupa popok, kosmetik, obat-obatan, hingga elektronik, dari sisi harga juga lebih terjangkau oleh masyarakat,” tambahnya.
Untuk harga bahan pokok, beras dijual dengan Rp8.150 per kilogram. Selain itu juga tersedia telur, daging sapi dan daging ayam. Untuk penyediaan bahan pokoko, Disdag NTB bekerjasama dengan Toko Tani Indonesia (TTI).
Kegiatan pasar murah sudah dimulai sejak 5 Mei lalu di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Islahuddiny Kediri Lombok Barat. Kemudian pada 7 Mei digelar di Kantor Desa Penujak Lombok Tengah, 8 Mei digelar di Lapangan Sekarbela, 9 Mei di Lapangan Babakan, 12 Mei di Lapangan Selagalas, dan terakhir di Ponpes Nurul Islam Karang Pule.
Kegiatan pasar murah selalu digelar Disdag NTB pada semua momen keagamaan, baik itu untuk umat Hindu, Kristiani, Muslim, dan agama lain. Mulai dari Ramadan, Idul Fitri, Idul Adha, Nyepi, Galungan dan Kuningan dan Natal. “Pasar murah diadakan di kawasan yang ramai dengan kalangan menengah ke bawah” terangnya.
Warga Kelurahan Sekarbela, Kota Mataram Atun menyebut, warga sangat senang dan antusias menyambut pasar murah tersebut. Hal itu dikarenakan harga yang ditawarkan lebih murah, terutama untuk bahan pokok seperti beras, minyak goreng dan juga sirup.
“Mudahan saja kegiatan pasar murah bisa dilaksanakan selama Ramadhan juga, mengingat harga-harga kebutuhan bahan pokok biasa mahal, terutama jelang lebaran,” pungkasnya.