Produk Pangan Sejumlah Daerah di Sumbar Ikuti Pasar Lelang
Redaktur: ME. Bijo Dirajo
PADANG — Puluhan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dari sejumlah daerah di Sumatera Barat (Sumbar) ambil bagian dalam pasar lelang yang diselenggarakan di Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumbar, Selasa (8/5/2018).
“Daerah yang ikut di antaranya Kota Pariaman, Agam, Tanah Datar, Payakumbuh, Limapuluh Kota, dan Bukittinggi,” jelas Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Sumbar, Zaimar, Selasa (8/5/2018).
Dijelaskan, tidak semua daerah yang mengikuti, karena pasar lelang kali ini fokus menjual produk komoditas pangan.
“Produk yang ada yakni ada beras organik, beras ketan hitam, biji kopi, pinang, gambir dan kulit manis, coklat, asam kandi, rendang dari berbagai bentuk, serta keripik,” sebutnya.
Zaimar mengatakan, pada pasar lelang ini tidak hanya ada produsen tapi juga konsumennya yang bertujuan agar produk bisa untuk diekspor.
Seperti untuk tahun sebelumnya, transaksi produk UMKM di Sumbar mencapai Rp9,5 miliar lebih. Sementara yahun ini terhitung hingga April telah mencapai Rp2,3 miliar lebih.
Namun, ada hal yang sangat disayangkan ialah tidak adanya produk komoditas pangan seperti gambir pada pasar lelang tahun ini. Penyebabnya, karena produksinya yang sangat sedikit, akibat anjloknya harga.
“Data yang diterima Disperindag untuk harga gambir kini terbilang turun yakni hanya berada di angka Rp30.000 lebih per kg. Biasanya mencapai Rp40.000,” sebutnya.

Menurunya, produk yang mengikuti pasar lelang itu merupakan produk yang telah memiliki kemasan dan merek serta izin edar. Apabila ada konsumen ingin memasarkan ataupun mengekspor produk, tinggal melakukan persetujuan antara kedua belah pihak.
“Kita di Disperindag juga punya klinik IKM, jadi bagi produk yang belum mempunyai merek dan kemasan sebagainya, bisa kita bimbing,” katanya.
Sementara itu, Ketua Klinik Konsultasi Industri Kecil dan Menengah (IKM) Fahmi menyebutkan, saat ini persoalan merek banyak terjadi di kalangan pelaku usaha.
“Karena menggunakan merek yang sama. Untuk itu, klinik IKM akan membimbing pelaku usaha supaya memiliki merek yang baru,” sebutnya.