Pemilukada Harus Membuat Masyarakat Cerdas Memilih Pemimpin
Redaktur: ME. Bijo Dirajo
MAUMERE — Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) hendaknya membuat masyarakat untuk lebih cerdas memilih pemimpin atau kepala daerah nantinya yang akan membawa daerahnya menjadi lebih baik ke depannya.
“Mudah-mudahan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional membuat kita semakin cerdas sesuai dengan tujuan pembangunan nasional, khususnya dalam rangka menyongsong Pemilukada untuk memilih pemimpin,” tegas Drs. Paolus Nong Susar, Jumat (4/5/2018).
Pelaksana Tugas Bupati Sikka ini mengatakan, untuk masyarakat Sikka yang belum terdata di dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) di cek kembali dan ditindaklanjuti oleh KPUD Sikka, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipi serta Panwaslih agar tidak terjadi keberatan di masyarakat.
“Semoga bisa dicarikan jalan keluar dan diimbau kepada masyarakat yang belum terdaftar agat segera melapor sehingga pada hari H nanti tidak terjadi keberatan yang signifikan sebagai tuntutan masyarakat Sikka atas hak pilih mereka,” tegasnya.
Sebagai penyelenggara, tandas Nong Susar, semua tetap menjalankan tugas ini sesuai koridor aturan yang ada serta tidak memihak kepada siapapun. Dengan begitu Pemilukada di Sikka ini sukses dalam partisipasi pemilih.
“Mudah-mudahan penyelenggaraan Pemilukada sesuai dengan target nasional serta sukses sebagai penyelenggara sehingga tidak ada pelanggaran yang luar biasa yang berdampak terhadap keamanan dan lainya,” harapnya.
Sementara itu ketua KPUD kabupaten Sikka, Vivano Bogar menjelaskan, pemilih yang tidak memiliki KTP Elektronik sebanyak 32.840, terang Vivano, dimana yang terdaftar dalam database kependudukan Sikka sebanyak 31.436. Yang sudah rekam sebesar 15.894, yang belum rekam sebanyak 15.542 sedangkan yang tidak terdaftar 1.404 orang.
“Pemilih tidak memenuhi syarat sebanyak 37.776 terdiri dari laki-laki 18.294 dan perempuan 19.482. Daftar pemilih tetap sebanyak 188.142 terdiri atas laki-laki 86.332 dan perempuan 101.820. Penyandang disabilitas sebanyak 1.324 pemilih,” jelasnya.
Permasalahan yang dihadapi KPUD Sikka, beber vivano, yakni Sumber Daya Manusia pada penyelenggara di tingkat bawah, dan terbatasnya masa kerja PPK dan PPS. Juga minimnya ketertarikan masyarakat untuk menjadi penyelenggara di tingkat bawah terutama di wilayah wilayah pedalaman.
“Sistem informasi data pemilu yang tidak sempurna juga mengakibatkan pengerjaan data berbasis teknologi menjadi permasalahan yang membutuhkan penyempurnaan terus menerus,” pungkasnya.