Pekerja Proyek Jalan Tol Tidak Libur di May Day

Editor: Mahadeva WS

LAMPUNG – Hari Buruh Internasional atau May Day yang diperingati oleh para pekerja sebagai hari libur, tidak berlaku di proyek Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS). Pantauan Cendana News, proyek pengerjaan proyek JTTS paket 1 Bakauheni-Sidomulyo ruas Bakauheni-Terbanggibesar masih terus dikerjakan dari STA 09 hingga STA 39 pada Selasa (1/5/2018).

Beberapa pengerjaan diantaranya rigid beton, pagar pembatas tol, rambu rambu, talud, jembatan, overpass serta beberapa pekerjaan masih dikerjakan. Para pekerja tetap melakukan aktivitasnya pada Selasa (1/5/2018) termasuk ketika rombongan Kepala Kepolisian Daerah Lampung, Irjen Polisi Suntana bersama pejabat utama Polda Lampung melakukan peninjauan dan menjajal rute JTTS yang bisa dilalui.

Kapolda Lampung yang menjajal rute JTTS dari STA 0 di pelabuhan Bakauheni melintasi segmen satu gerbang tol Bakauheni Selatan hingga Bakauheni Selatan juga melintas di sebagian jalan yang masih dikerjakan.

Kepala Tukang dari PT.Abu Jaya, salah satu sub kontraktor dari PT.PP, Basori (30) menyebut, Dirinya bersama sekitar 10 pekerja tidak libur saat hari buruh Internasional. Dia bahkan menyebut tidak tahu kalau libur dan para buruh atau pekerja tetap melakukan beberapa kegiatan.

Proses pengecoran parapet jembatan overpass proyek JTTS di STA 18 Desa Pasuruan kecamatan Penengahan Lamsel [Foto: Henk Widi]
Basori yang mengerjakan proyek talud di sepanjang STA 17 hingga STA 18 desa Pasuruan kecamatan Penengahan bahkan mengaku justru senang tidak libur karena bisa memperoleh penghasilan. “Status kami kan hanya pekerja lepas jika tidak bekerja maka tidak memperoleh bayaran sementara keluarga kami butuh makan dan para pekerja harus mengisi absen dengan tanda tangan baru bisa memperoleh upah,” tandasnya saat ditemui Cendana News di STA 18 desa Pasuruan kecamatan Penengahan, Selasa (1/5/2018).

Basori menyebut, proses pengerjaan talud saluran air harus cepat dikerjakan di sepanjang jalur tol yang menjadi tanggungjawab sub kontraktor. Beberapa pekerja sebagian melakukan pekerjaan dengan pembagian tugas sebagai tukang pemecah batu, mengaduk semen hingga proses pemasangan batu karena pengerjaan dilakukan dengan cara manual.

Pembuatan talud dilakukan dalam beberapa pekan masih terhalang kondisi cuaca yang kerap hujan. Selain Basori dan ada beberapa pekerja seperti Eko Anggoro (39) asal Banjarnegara Jawa Tengah yang sudah bekerja sejak Agustus 2016 silam di lokasi tersebut.

Eko Anggoro salah satu pekerja dari PT.Kartika Jaya mengaku mendapat tugas memasang pagar pengaman jalan tol. Proyek tersebut diakuinya sudah dilakukan bersama sekitar 20 orang pekerja di jalan  tol Cikopo-Palimanan. Khusus di JTTS proyek pembatas jalan tol sudah dikerjakan sekitar belasan kilometer secara berkelanjutan.

Eko menyebut, sejak 21 hari lalu telah mengerjakan proyek pemasangan pembatas tol mulai dari STA 15+960 hingga STA 18 dengan total sepanjang 3,1 kilometer. Beberapa titik bahkan belum dikerjakan menyambung menyesuaikan kebutuhan karena sebagian pagar pembatas jalan dibuat menggunakan tembok.

Selain asal Banjarnegara beberapa pekerja disebutnya berasal dari Semarang,Bawen yang sebelumnya pernah bekerja di proyek tol. “Kami tinggal di mess yang disediakan di STA 18 tepat di dekat overpass dan bekerja menggunakan sistem shift mulai pagi hingga malam karena kami dikejar target,” beber Eko.

Eko Anggoro selaku buruh pekerja untuk proyek JTTS menyebut pada hari buruh dirinya dan pekerja lain mengaku tidak diliburkan. Target beberapa bagian jalan tol Sumatera yang harus selesai dikerjakan membuat pekerja terus melakukan tugasnya hingga malam.

Pekerja harus bekerja pada malam hari untuk memasang pagar pembatas jalan tol mulai dari menggali, memasang tiang, memasang besi pembatas. Selain pekerja yang menyelesaikan talud, rambu rambu, pagar pembatas tol, pada hari buruh Internasional pekerja bahkan terlihat sibuk mengerjakan overpass.

Overpass di STA 18 desa Pasuruan kecamatan Penengahan dikerjakan oleh PT.LGM selaku sub kontraktor. Menurut Sudarwanto selaku pengawas menyebut, di tengah dalam proses pemasangan parapet Overpass dilakukan. Overpass sepanjang 60 meter dan lebar 8 meter tersebut dikerjakan sejak pertengahan 2017 lalu dan hingga awal Mei 2018 masih terus dikerjakan.

“Proses pemasangan tiang pancang,lantai overpass selesai dikerjakan dan para pekerja masih tetap bekerja untuk pengecoran parapet overpass,”beber Sudarwanto.

General Affairs PT.PP Yus Yusuf menyebut, pelaksanaan pembangunan terus dikebut mulai dari proses pembersihan lahan (land clearing), pekerjaan tanah, pekerjaan interchange, pekerjaan overpass, box culvert, fly over serta beberapa pekerjaan lain. Dari progress yang didapat, disebutnya untuk pekerjaan PT PP sepanjang sembilan kilometer mulai gerbang tol Bakauheni Utara sudah bisa dilalui.

Sesuai dengan perkembangan, paket 1 sepanjang 8,9 kilometer antara Pelabuhan Bakauheni-Sidomulyo bisa dilewati secara operasional dan sisanya sepanjang 21,6 kilometer dilewati secara fungsional. “Pada paket satu yang menjadi pekerjaan PT.Pembangunan Perumahan sudah dioperasikan dan sebagian dalam tahap pembangunan,” terang Yus Yusuf.

Masih pada ruas Tol Bakauheni-Terbanggibesar sepanjang 140,9 kilometer yang sudah bisa dilalui diantaranya paket 2 segmen Lematang-Kotabaru dengan total 35,48 kilometer. Lima kilometer diantaranya bisa dilewati secara operasional. Penggunaan kartu elektronik pada ruas yang sudah bisa dilalui sekaligus mengurangi penggunaan pembayaran secara tunai.

Sebagai managemen pelaksana proyek JTTS PT.PP dan konsorsium diantaranya PT.Waskita Karya, PT.Wijaya Karya, PT.Adi Karya ditugaskan menyelesaikan proyek tersebut sebelum Asian Games  18 Agustus-2 September mendatang. Dalam jangka pendek Pemprov Lampung dan Polda Lampung bahkan mendorong pelaksana proyek JTTS bisa dipergunakan untuk angkutan mudik lebaran.

Lihat juga...