Pecatur Indonesia Gagal Raih Norma di JAPFA Grandmaster
SURAKARTA – Pecatur Indonesia dipastikan gagal meraih norma grandmaster dan grandmaster putri di turnamen internasional JAPFA Grandmaster dan Grandmaster Putri yang berlangsung di Surakarta, Jateng.
Di kategori grandmaster putri, wakil Indonesia WIM Chelsie Monica Sihite dan WIM Dewi AA Citra yang mengumpulkan 5,5 poin, terpaut selisih 2 poin dari posisi pimpinan klasemen GMW Keti Tsatsalashvilli (Georgia) yang mengumpulkan 7,5 poin hingga babak 10.
Sementara itu WGM Frayna Janelle Mae (Filipina) di posisi dua dengan 6,5 poin, disusul WIM Mila Zarkovic (Serbia) dengan 6 poin. Sedangkan di kategori grandmaster putra, pecatur AS GM Timur Gareyev menyodok sendirian di posisi puncak sementara dengan mengumpulkan 7,5 poin.
Posisinya menggeser posisi GM Rusia Anton Dwmchenko yang babak sebelumnya sempat berbagi di posisi pimpinan dan kini berada di posisi ketiga dengan 6,5 poin. Posisi kedua diisi pecatur China GM Ma Qun yang mengumpulkan 7 poin.
Sementara wakil putra Indonesia FM Yoseph Taher mengumpulkan 5,5 poin, di belakang pecatur Singapura Goh Wei Ming Kevin dengan 6 poin. Dengan posisi itu pecatur putra Indonesia juga dipastikan tidak akan meraih norma grandmaster.
Persaingan di turnamen tersebut cukup keras sehingga tidak mudah bagi pecatur Indonesia. Namun demikian, dengan mengikutinya, bukan berarti pecatur tidak mendapatkan apapun. Setidaknya pecatur Indonesia melalui turnamen internasional tersebut bisa menambah rating. Turnamen Grandmaster dan Grandmaster Putri akan berakhir, Selasa (1/5/2018) dengan mempertandingkan babak terakhir 11. (Ant)