PAUD Membangun Karakter Anak Sejak Dini
Editor: Koko Triarko
LAMPUNG — Pendidikan anak usia dini meliputi kelompok belajar (Kober), pendidikan anak usia dini (PAUD) dan taman kanak-kanak (TK) di wilayah Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan, semakin banyak didirikan.
Kepala Desa Pasuruan, Kartini, mengatakan, dari 22 desa di kecamatan Penengahan, memiliki lembaga pendidikan PAUD 1 unit ditambah Kober dan TK. Keberadaan PAUD yang menjadi bagian dari pendidikan nonformal menjadi pilihan bagi para orang tua, sebelum anak memasuki pendidikan lebih lanjut.
Menurut Kartini, selama ini sebelum ada PAUD, anak usia dini di bawah enam tahun kerap hanya diajak orang tua bekerja. Sebagian bahkan dititipkan di rumah bersama dengan pengasuh anak, sehingga keberadaan PAUD sangat penting untuk pertumbuhan anak.

Khusus di wilayah Pasuruan, Kartini menyebut saat ini ada empat penyelenggara PAUD, di antaranya Taman Kanak Kanak PGRI Pasuruan, PAUD Ceria, PAUD Ananda dan TK Aisyah.
Meski demikian, fasilitas belajar dalam bidang keagamaan sejenis Taman Pendidikan Alquran (TPA) bagi yang beragama Islam, Bina Iman Anak bagi yang beragama Katolik juga dilakukan sesuai jadwal yang ditentukan.
Kartini menyebut, keberadaan PAUD menjadi fungsi untuk mengenalkan peraturan dan menanamkan kedisiplinan pada anak. Mengembangkan keterampilan, kreativitas dan kemampuan berkomunikasi dan bersosialisasi. Peran para tenaga didik di PAUD sangat penting, karena anak-anak akan meneladani sikap para guru dalam membentuk karakter siswa. Salah satu pendidikan karakter dilakukan dengan memperkenalkan siswa akan hari-hari penting nasional.
“Sejak dini, anak mulai diberi pemahaman akan peringatan hari tertentu, salah satunya Hari Kartini, agar bisa meneladan sikap baik tokoh pahlawan,” terang Kartini.
Sebagai upaya menciptakan siswa didik PAUD yang baik, Kartini juga mendorong para tenaga pendidik untuk terus meningkatkan kualitas. Sebab, diakuinya standarisasi mutu guru PAUD menjadi keharusan yang telah ditetapkan oleh bidang nonformal Dinas Penddidikan Kabupaten Lampung Selatan.
Ia mengaku, beberapa tenaga pendidik PAUD sebagian sudah mulai mengikuti pendidikan penyetaraan sesuai dengan standarisasi mutu tenaga pendidik PAUD.

Selain baju adat, sejumlah pakaian profesi di antaranya TNI, Polisi, Dokter, Petani serta profesi lain dikenalkan melalui pakaian yang dikenakan siswa selama pawai.
Suharni, Kepala PAUD Ananda, menyebut penyelenggaraan peringatan Hari Kartini dan Hari Pendidikan Nasional sengaja dilakukan secara bersamaan. Selain pelaksanaan kegiatan yang bersamaan dengan sekolah lain yang memperingati hari tersebut, momen istimewa pawai akan menjadi kenangan bagi siswa. Pelibatan orang tua dan minat anak untuk memilih pakaian yang akan dikenakan menjadi bentuk nilai demokratis.
“Persiapan sudah kami lakukan sebulan sebelumnya, sekaligus agenda rutin tahunan. Para siswa diberi kebebasan bersama orang tua memilih kostum yang akan dikenakan saat pawai,” beber Suharni.
Ada pun pawai mengambil rute dari Desa Pasuruan, Desa Kekiling, melewati sejumlah desa dan berakhir di lapangan Kecamatan Penengahan. Pawai melibatkan 20 kendaraan odong-odong dan mobil bak terbuka tersebut juga melibatkan orang tua, sehingga kegiatan tersebut juga menjadi ajang silaturahmi bagi para orang tua.
Suharni menyebut, beberapa pekan sebelumnya rangkaian hari Kartini dan Hari Pendidikan Nasional diisi dengan beragam lomba. Di antaranya mewarnai, menyusun puzzle, lomba kesenian serta sejumlah lomba lain.
Pawai budaya dengan baju adat serta berbagai pakaian profesi disebutnya menjadi puncak acara sekaligus menanamkan kebersamaan dengan para orang tua.
Ajun Inspektur Polisi Dua Nurkholis, Kanit Binmas Polsek Penengahan, menyebut kegiatan pawai budaya PAUD mendapat pengawalan dari Polsek Penengahan dan Ambulans Puskesmas Penengahan. Melalui kegiatan tersebut, Aipda Nurkholis menyebut siswa PAUD bisa mengenal lebih dekat berbagai profesi yang dikemas dalam Peringatan Hari Kartini dan Hari Pendidikan Nasional.
Ratusan siswa PAUD Ananda melakukan pawai gabungan hari Kartini, Hari Pendidikan Nasional sekaligus mempererat kebersamaan dengan orangtua [Foto: Henk Widi]
Beragam pakaian adat,pakaian profesi yang ada di Indonesia dikenakan oleh siswa PAUD Ananda [Foto: Henk Widi]
Ajun Inspektur Dua Polisi Nurkholis, Kepala Unit Pembinaan Masyarakat Polsek Penengahan (kiri) mengawal pawai siswa PAUD Ananda [Foto: Henk Widi]
Para siswa mengenakan baju adat serta profesi dalam pawai menggunakan kendaraan odong odong [Foto: Henk Widi]
Kartini,kepala Desa Pasuruan memberikan sambutan pada kegiatan pawai siswa PAUD Ananda bersama orangtua dan guru [Foto: Henk Widi]