Noormiliyati Terus Berburu Investor untuk Handil Bakti
Editor : Mahadeva WS
BANJARMASIN – Wilayah Handil Bakti terus ditawarkan Bupati Kabupaten Barito Kuala Hj Noormiliyani kepada calon investor. Lokasi tersebut diklaim cocok untuk investasi di sektor kesehatan dan pendidikan.
Handil Bakti berada di daerah yang dekat kota, namun bentuknya masih lahan luas. “Untuk pendidikan kita sudah cukup bersyukur karena sudah ada beberapa universitas swasta yang berniat membangun kampusnya disini, ada UNISKA, Universitas Muhammadiyah dan Politeknik Hasnur,” ungkap Noormiliyati, Senin (7/5/2018).
Sementara untuk kesehatan, Pemkab Barito Kuala masih terus berupaya mencari investor mau dan tertarik membuka tempat pelayanan kesehatan di daerah tersebut. “Kita siap membantu mereka mencarikan lahan hingga mempermudah perizinannya. Karena kita memang sangat terbuka bagi investor disektor pendidikan dan kesehatan yang berminat untuk berinvestasi di Handil Bakti,” tambahnya.
Dengan hadirnya banyak investasi di sektor pendidikan dan kesehatan yang masuk ke Handil Bakti, Noormiliyati optimis bisa mendorong geliat ekonomi masyarakat. Kedua sektor tersebut akan memberikan pengaruh pada pergerakan disektor ekonomi lainnya makin tumbuh subur di kawasan tersebut.
“Baik itu sektor perdagangan, jasa, perumahan, hotel, kuliner sampai usaha kos-kosan bisa tumbuh kedepannya. Ini tentunya sangatlah baik untuk mendorong geliat ekonomi di Kabupaten Barito Kuala,” tandasnya.
Ketua Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI) Kalsel Bambang Herry mengakui, banyaknya fasilitas publik yang dibangun kini dikawasan Handil Bakti. Keberadaanya sangat berimbas positif bagi naiknya harga jual properti daerah tersebut. “Dengan dibangunnya kawasan sekolah dan perguruan tinggi sekarang saja harga properti disana naik 5-10 persen tiap tahunnya. Apalagi jika nanti ada mall atau rumah sakit, pasti akan makin naik lagi harga propertinya,” tandasnya.
Kendati menyimpan potensi besar untuk dikembangkan, Bambang mencatat, pertumbuhan nilai property di Handil Bakti masih kalah dengan kawasan lahan gambut. Di kawasan lahan gambut, kenaikan harga propertinya tiap tahun mencapai 10-20 persen.
“Wajarlah daerah Gambut lebih tinggi, karena disana berbagai fasilitas publiknya sudah lengkap. Mulai dari sekolah, perguruan tinggi, rumah sakit sampai pusat perbelanjaan modern sudah tersedia. Bahkan juga lebih dekat dengan bandara maupun pelabuhan,” pungkasnya.