KPPU Analisa Tingginya Harga Daging Ayam Ras

Editor: Koko Triarko

BALIKPAPAN – Persoalan tingginya harga ayam di sejumlah pasar tradisional di beberapa daerah di Indonesia, saat ini masih dalam proses analisa mata rantai dan pengawasan oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU).
Selama proses analisa, KPPU masih melakukan koordinasi dengan tim satgas pangan, termasuk dengan pemerintah daerah yang bersentuhan langsung dengan masyarakat dan pedagang.
“Sebelumnya kami sudah meneliti, memang pada perkara yang lama kita tidak setuju dengan adanya pengapkiran. Dampaknya dirasakan saat ini kekosongan stok,” ungkap Komisioner KPPU RI, Chandra Setiawan, saat dijumpai Jumat (25/5/2018).
Chandra menilai, kenaikan harga ayam yang terjadi di pasar tradisional juga disebabkan begitu banyak rantai distribusi dan keuntungan yang diperoleh. Hal itu sangat berbeda dengan distribusi retail modern, sehingga perbedaan harga antara di pasar tradisional dan retail modern cukup jauh.
“Kalau retail modern memiliki cold storage yang besar yang mampu menampung pasokan, sedangkan di pasar tradisional tidak ada,” terangnya, bersama Yudi Hidayat, didampingi Kepala KPPU KPD Balikpapan, Abdul Hakim Pasaribu, di kantor KPPU Balikpapan.
Upaya yang dilakukan saat ini adalah memanggil sejumlah asosiasi pendistribusian daging ayam ras, tim satgas dan lainnya untuk terus melakukan pengawasan dan meneliti kenaikan harga ayam ras.
Pada awal menjelang puasa, harga ayam potong mencapai Rp60-70 ribu per ekor untuk ukuran besar yang biasanya hanya mencapai Rp50 ribu.
Chandra mengatakan, KPPU tidak dapat masuk pada ranah pasar tradisional atau usaha kecil ini, karena didasarkan pada ketentuan UU.
“Seharusnya pemerintah memiliki UU Harga, sehingga ke depan bisa masuk pada persoalan harga pangan di pasar tradisional atau retail,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala KPPU Balikpapan, Abdul Hakim, menyebutkan kenaikan harga juga disebabkan beberapa faktor, seperti banyak ayam yang mati akibat pertenak tidak lagi menggunakan vaksin yang biasanya, sebab berbahaya bagi antibodi manusia.
“Selain faktor pemusnahan stok dan berkurangnya pasokan DOC di peternak, jumlah ayam yang mati banyak akibat tidak gunakan vaksin dan daya tahan ayam berkurang, sehingga pasokan sedikit karena pengembangbiakan lebih lama,” tandasnya.
Selain itu, untuk daerah, khususnya Balikpapan, kenaikan harga daging ayam ras yang tinggi ini ditekan dengan kegiatan bazar murah dengan komoditi pangan tertentu. “Pemerintah daerah juga menekan harga dengan gelar bazar murah,” imbuh Hakim.
Lihat juga...