Kenaikan Harga Tepung tak Berdampak pada Produksi Kerupuk

Editor: Satmoko

LAMPUNG – Sektor usaha pendukung usaha kuliner pembuatan kerupuk tidak terdampak pada kenaikan harga tepung tapioka atau aci bahan pembuatan utama makanan tersebut.

Fredy (25) salah satu pekerja pembuatan kerupuk ikan di desa Pasuruan kecamatan Penengahan menyebut kenaikan harga tepung berkisar Rp2.000 hingga Rp3.000 per kilogram.

Semula harga tepung tapioka hanya berkisar Rp7.000 hingga Rp8.000. Kini nailk menjadi Rp10.000 per kilogram bahkan di beberapa distributor bisa mencapai Rp11.000.

Pekerja melakukan proses pencetakan kerupuk menggunakan mesin di tempat usaha pembuatan kerupuk [Foto: Henk Widi]
Kenaikan harga tepung tapioka disebutnya dipengaruhi dengan menjelang bulan suci Ramadan. Imbas dari kenaikan harga tepung tapioka tersebut diakuinya karena banyak pemilik usaha kuliner dominan menggunakan bahan aci.

Jenis usaha kuliner yang dominan menggunakan aci disebutnya berupa usaha kerupuk kemplang, empek empek, bakso, siomay, cendol, minuman mutiara serta sejumlah kuliner lain. Pada bulan Ramadan menjamurnya usaha kuliner ikut mendorong kenaikan harga tepung tapioka.

“Pada hari biasa permintaan cenderung stabil karena hanya pemilik usaha tertentu yang memanfaatkan tepung tapioka, tapi jelang Ramadan permintaan meningkat sehingga harga naik,” terang Fredy, salah satu pekerja pembuatan kerupuk ikan di desa Pasuruan kecamatan Penengahan, saat ditemui Cendana News, Sabtu (5/5/2018).

Sekitar lima ton tepung tapioka disediakan sebagai bahan baku pembuatan kerupuk [Foto: Henk Widi]
Beruntung ujar Fredy, saat kenaikan harga tepung tapioka terjadi, stok bahan baku yang disiapkan pada usaha kuliner tersebut masih cukup banyak. Stok sebanyak lima ton disebutnya masih cukup, meski satu ton dibelinya saat harga sudah merangkak naik.

Harga sistem karungan dengan berat sekitar 50 kilogram disebutnya dibeli dari distributor dengan rata rata harga Rp7.500 dibeli dengan harga Rp375.000. Sementara saat harga eceran naik per kilogram harga per karung dibeli dengan harga Rp500.000.

Harga beli bahan baku tepung tapioka diakui Fredy tidak berpengaruh secara signifikan bagi usaha pembuatan kerupuk. Sebab saat ini harga jual kerupuk dengan per bungkus Rp5.000 berisi sebanyak 10 buah kerupuk terus berproduksi dengan permintaan yang meningkat.

Jasin, menjemur kerupuk dengan memanfaatkan sinar matahari sempurna kerupuk dikeringkan dalam waktu sehari [Foto: Henk Widi]
Selain harga bahan baku tepung aci, bawang putih yang menjadi bumbu pelengkap semula seharga Rp28.000 per kilogram menjadi seharga Rp30.000 per kilogram.

“Beberapa jenis bahan baku memang mahal namun kami tidak serta merta menaikkan harga jual kerupuk yang kami produksi,“ terang Fredy.

Usaha yang dimiliki oleh Dedi Irawan (35) yang sedang mengirim kerupuk ke wilayah Metro tersebut, diakui Fredy setiap hari memproduksi sekitar 50 kilogram tepung tapioka menjadi kerupuk.

Bahan utama tepung terigu, garam, bawang putih, perisa ikan tersebut diolah dengan alat hidrolik selanjutnya dicetak dan dikukus menggunakan kayu bakar. Kondisi cuaca panas membuat proses pengeringan bisa berlangsung lebih cepat dibandingkan saat mendung dan hujan.

Kondisi panas terik selama dua pekan terakhir diakui oleh Jasin (26) salah satu pekerja dari enam pekerja yang memproduksi kerupuk ikan. Kerupuk ikan dengan bentuk menyerupai cacing melingkar sehingga dikenal juga dengan kerupuk cacing dijemur selama satu hari.

Kerupuk kering sempurna setelah dua hari proses penjemuran dilakukan [Foto: Henk Widi]
Pada kondisi normal penjemuran di atas para para bambu berlangsung selama 7 hingga 8 jam siap diangkat.

Sebaliknya saat kondisi cuaca mendung dan hujan, penjemuran membutuhkan waktu dua hingga tiga hari. Proses penutupan dengan terpal disebutnya terpaksa dilakukan agar kerupuk ikan tidak berjamur. Pasca proses penjemuran penggorengan dilakukan mempergunakan mesin oven sehingga menjadi kerupuk goreng yang siap dikemas.

“Kerupuk yang sudah dikeringkan dan digoreng selanjutnya dikemas mempekerjakan sebagian warga di sini,” terang Jasin.

Meski harga bahan baku mulai naik, Jasin menyebut, dengan kondisi cuaca yang membaik, dirinya mengaku produksi kerupuk cukup terbantu. Sebagian kerupuk cacing tersebut diakui Jasin dijual ke sejumlah wilayah lain dalam kondisi mentah siap goreng.

Kuota sebanyak 5 ton sekali pengiriman didistribusikan ke wilayah Bandarlampung, Metro dan sejumlah kabupaten di Lampung. Dalam kondisi sudah digoreng kerupuk dijual per bungkus seharga Rp2.000 hingga Rp3.000 dan dalam kondisi mentah dijual seharga Rp5.000 per kilogram.

Lihat juga...