Datangi Biak, Bona Antisipasi Stamina Lawan

Editor: Mahadeva WS

Bona Simanjuntak, Pelatih Kepala PSIM Yogyakarta. Foto: Sodik 

YOGYAKARTA – PSIM Yogyakarta harus bergerak ekstra cepat membenahi kelemahan yang cukup mencolok saat ditahan imbang PS Mojokerto Putra di laga home pertama, Selasa (1/5/2018) lalu. Pembenahan mutlak dilakukan karena pada laga berikutnya PSIM bakal melakoni laga tandang.

PSIM dijadwalkan bertandang ke PSBS Biak, pekan depan. Laga tandang ke Tanah Papua jelas menjadi tantangan ekstra buat anak asuh Bona Simanjuntak. Kegagalan mengamankan tiga angka di kandang, harus dibayar dengan mencuri poin dari Biak.

Tambahan poin dari luar kandang akan sedikit membantu Laskar Mataram yang kini mengalami defisit delapan poin menyusul sanksi pengurangan poin yang dijatuhkan sebelum laga bergulir.

Menghadapi tuan rumah PSBS Biak, PSIM sedikit terbantu pengalaman sang pelatih. Bona Simanjuntak memiliki pengalaman melatih cukup luas di Bumi Cendrawasih. Dia paham betul karakter permainan dan keunggulan yang dimiliki pemain Papua. Kekuatan fisik yang cukup menonjol menjadi atensi serius Bona Simanjuntak. “Secara fisik dan stamina, mereka sangat kuat. Ini harus diwaspadai jika kami ingin mencuri poin dari sana,” ucap Bona, Kamis (3/5/2018).

Kendati demikian, meski kuat secara fisik dan stamina, bukan berarti tidak ada celah yang dapat dimanfaatkan skuad asuhannya. Dia menilai kolektivitas permainan Laskar Mataram bisa menjadi senjata ampuh mengimbangi kekuatan tim Cendrawasih Kuning. “Kami tidak mungkin adu fisik karena kami jelas akan kalah. Nah kami akan maksimalkan kolektivitas permainan tim untuk mengimbangi kekuatan lawan,” katanya.

Dengan kolektivitas yang diimplementasikan dalam penguasaan bola, Bona ingin anak asuhnya menguras kekuatan fisik lawan. Dengan begitu, Laskar Mataram akan lebih mudah membuka celah melakukan serangan. “Konsentrasi pemain juga harus lebih siap. Permainan kolektif harus dioptimalkan dan kehilangan bola harus ditekan,” paparnya.

Selain fisik pemain lawan, Bona mengaku tidak terlalu mengkhawatirkan cuaca maupun kondisi lingkungan di Biak. Yang justru dikhawatirkan adalah absennya Ismail Haris karena cedera di pertandingan sebelumnya. Padahal juru dobrak ini menjadi andalan tim saat berada di lapangan. “Karakter dia cocok untuk laga besok, tapi peluang dia untuk tampil sangat kecil,” pungkasnya.

Lihat juga...