UMKM di Sampit Gencar Promosikan Olahan Nanas
SAMPIT – Pelaku usaha mikro kecil dan menengah di Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah makin gencar mempromosikan nanas gantang yang merupakan nanas unggulan khas daerah itu, khususnya di Kecamatan Baamang.
“Sekarang kami tidak hanya mempromosikan nanasnya, tetapi juga produk olahannya. Alhamdulillah sambutan masyarakat sangat positif, makanya makin gencar kami promosikan dan pasarkan,” kata Rita Kartini, salah satu pelaku usaha mikro kecil dan menengah di Kelurahan Baamang Hulu Kecamatan Baamang, Minggu.
Nanas gantang atau juga dikenal dengan sebutan nanas bandara karena banyak dibudidayakan warga di sekitar Bandara Haji Asan Sampit, sudah terkenal dengan rasanya yang enak. Kini masyarakat mengembangkan usaha ini dengan membuat berbagai produk olahannya.
Sudah ada beberapa kelompok masyarakat yang mengembangkan produk olahan nanas gantang. Rita dan kelompoknya sudah mengolah produk turunan nanas gantang yakni sirup, rujak, dodol, puding, es serut, nanas goreng keju, capcay nanas, manisan nanas dan selai nanas.
Pengolahan masih dilakukan secara sederhana. Pemasaran dilakukan dengan menitipkan di toko dan dipromosikan secara online.
“Kami perlu bantuan alat pemeras nanas supaya lebih mudah mengolahnya. Respons masyarakat sangat bagus, makanya akan terus kami kembangkan. Kami juga akan membentuk kelompok UMKM supaya mudah mempromosikannya,” kata Rita.
Lurah Baamang Hulu, Sufiansyah mengatakan, pihaknya berupaya terus mendorong pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah. Sektor ini berdampak langsung terhadap perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.
“Potensi nanas gantang sangat besar untuk terus dikembangkan. Saat ini yang terdata saja ada sekitar 45 hektare kebun nanas. Dari sisi pariwisata juga menarik karena ada hamparan kebun nanas di tengah kota dan dekat bandara,” kata Sufiansyah.
Ketua Karang Taruna Provinsi Kalimantan Tengah, Abdul Hafid berharap pemerintah daerah, khususnya pemerintah kabupaten dan kota, terus mendorong pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah. Perekonomian di sektor kerakyatan itu berperan penting dalam memperkuat perekonomian daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Seperti di Kelurahan Baamang Hulu ini banyak usaha kecil seperti pengolahan nanas, kerajinan ukiran, camilan dan lainnya. Saya berharap pemerintah memfasilitasi dengan membangun sebuah tempat representatif di lokasi strategis untuk membantu menampung dan memasarkan produk yang dihasilkan masyarakat,” harap Hafid.
Tokoh muda yang mencalonkan diri sebagai anggota DPD RI itu yakin sektor usaha mikro, kecil dan menengah akan menjadi kekuatan besar pertumbuhan ekonomi daerah. Kemajuan sektor ini akan membawa manfaat besar yang langsung dirasakan masyarakat. (Ant)