Sinergitas Kunci Utama Berkembangnya Pariwisata Kalsel
Editor: Irvan Syafari
BANJARMASIN — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) Zainul Arifin Noor berharap, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel bisa serius mendorong ekonomi Kalsel beralih dari sektor pertambangan ke sektor pariwisata.
Salah satu caranya ungkap Anggota Komisi X Bidang Pendidikan dan Kebudayaan, Pemuda Olahraga Pariwisata Ekonomi Kreatif Ristekdikti dan Perpustakaan Nasional tersebut, adalah dengan mensinergikan program pengembangan wisata Pemprov dengan Pemkab maupun Pemkot di Kalsel.
“Harus sinergi untuk membangun pariwisata Kalsel, tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Kalau berjalan sendiri hasilnya menjadi tidak maksimal,” tegas Zainul, Rabu (25/4/2018).
Salah satu contohnya kata Zainul sapaan akrabnya, adalah pengembangan pariwisata di Kota Banjarmasin melalui wisata susur sungainya. Jika dilakukan Pemkot Banjarmasin sendiri tanpa bantuan Pemprov Kalsel, tentunya pengembangan wisata akan sulit dilakukan secara maksimal karena masalah keterbatasan anggaran.
“Harusnya Pemprov Kalsel bisa hadir disitu dengan pola sharing anggaran. Dengan begitu tentunya pembenahan objek wisata bisa dengan cepat dilakukan dan mampu memberikan efek positif bagi sektor pariwisata di Kota Banjarmasin,” tuturnya.
Selain sinergi dalam hal anggaran tambah Zainul, Pemprov bersama Pemkab dan Pemkot pun diharapkan punya program pengembangan yang terintegrasi. Tujuannya tidak lain agar program yang akan dilakukan tidak tumpang tindih dan mampu mendukung satu sama lain.
“Kita pun siap berkolaborasi sebagai wakil rakyat yang duduk di DPR RI untuk membantu Kalsel mengembangkan sektor pariwisata melalui kementrian terkait,” tambahnya.
Bagi Zainul sendiri, Kalsel sebenarnya sangat potensial ekonominya tidak ditopang lagi oleh sektor pertambangan dan digantikan oleh sektor pariwisata di masa depan.
Asal dibenahi dengan serius objek wisata yang ada dan lebih dikembangkan lagi objek wisata unggulan lainnya, sektor pariwisata di Kalsel bisa berkembang pesat dan tidak kalah dengan daerah lainnya di Indonesia yang lebih dulu ekonominya ditopang oleh wisata.
“Sektor pariwisata ini lebih punya masa depan ketimbang pertambangan. Bahkan jauh lebih ramah lingkungan dan memberikan efek domino yang lebih besar bagi masyarakat,” bebernya.
Sebelumnya, Pengamat Ekonomi Universitas Lambung Mengkurat (ULM) M Saleh menambahkan, memang harusnya sudah mulai sekarang Kalsel gencar mendorong sektor penopang ekonominya beralih dari pertambangan ke sektor alternatif lainnya yang punya masa depan dan ramah lingkungan.
Jangan sampai kata dia setelah sektor pertambangan terpuruk, baru Kalsel memikirkan sektor alternatif. Jika seperti itu maka kemungkinan besar Kalsel bisa menjadi daerah yang bangkrut dan hancur ekonominya.
“Beralih ke sektor pertambangan bukan hanya dengan konsep saja, namun harus dibarengi dengan tindakan nyata. Misalnya jika ingin beralih ke sektor pariwisata, maka persiapkan segala infrastruktur pendukung dan programnya mulai sekarang,” pungkasnya