Promosi Film Kembang Kantil Dilakukan All Out

Editor: Mahadeva WS

Produser Dheeraj Kalwani - Foto Akhmad Sekhu

JAKARTA – Promosi menjadi sebuah cara yang paling dibutuhkan untuk bisa memperkenalkan sebuah produk yang ingin dijual kepada khalayak umum. Hal tersebut berlaku untuk semua, termasuk sebuah film.

Produser film Kembang Kantil Dheeraj Kalwani-pun menyadari pentingnya promosi tersebut. Dengan promosi maka akan menarik calon penonton untuk datang ke bioskop. Dan Dheeraj mengaku all out untuk mempromosikan film yang diproduksinya tersebut.

“Semua bentuk promosi kita lakukan, seperti mengadakan promosi dengan pasang poster di kereta, taksi dan transportasi lainnya, kemudian tv, media cetak maupun online dan lain-lain,“ paparnya seusai press screening film ‘Kembang Kantil’ di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (13/4/2018).

Dibanding film-film sebelumnya yang diproduserinya, Kembang Kanthil bagi Dheeraj sama saja tantangannya. “Tahun kemarin film horor memang booming, sedangkan tahun ini dibuka dengan film Bayi Gaib dan kemudian film Danur 2, yang semoga film Kembang Kantil ini juga mendapat sambutan yang baik dari masyarakat,” harapnya.

Seusai Kembang Kanthil, Dheeraj berencana akan memproduksi film horor lagi, kali ini dengan judul Rasuk. Film tersebut diadaptasi dari buku berjudul sama karya Risa Saraswati yang juga dikenal sebagai penulis buku Danur.

Mengenai formula agar sebuah film bisa laris, Dheeraj menyebut konten dan promosi memegang peranan penting. Konten harus terpercaya sedangkan promosi harus dilakukan secara serius. “Yang jelas pengalaman saya sebelas tahun menjadi produser film memang kita harus benar-benar fokus dan serius mengadakan promosi film ini agar film ini laris,” pungkasnya.

Film Kembang Kantil  diharapkan sebagaimana film sebelumnya yang diproduseri Dheeraj Bayi Gaib yang sukses meraih banyak penonton di dalam negeri, kemudian diputar ke luar negei seperti Malaysia dan Singapura.

“Konsep cerita film ‘Kembang Kantil’ dari saya, sedangkan konten ceritanya dari sutradara Ubay Fox yang kemudian dikembangkan La Ode Muhammad Farhan, penulis skenariona,“ tambah Dheeraj.

Lihat juga...