Pesisir Pantai Pulau Konga Dipenuhi Sampah Plastik
Editor: Satmoko
MAUMERE – Sampah mulai memenuhi pesisir dan sebagian pantai di pulau Konga tepatnya di daerah yang dipenuhi pohon bakau di sebelah selatan hingga ke arah barat pulau Konga, dimana tumpukan sampah ini bukan hanya didominasi ranting dan batang pohon namun juga sampah plastik.
Sampah ini juga memenuhi dasar laut di pesisir pantai pulau Konga dan membuat air sekitarnya terlihat keruh. Bagian pesisir pantai sebelah utara pulau Konga tumpukan sampah memenuhi lahan yang berjarak sekitar 3 meter dari bibir pantai. Batang kayu dan sampah plastik seperti botol air mineral juga sandal bekas tergeletak di daerah yang datarannya lebih rata.
“Hampir semua wilayah pantai di pulau Konga dipenuhi sampah. Sampah – sampah tersebut kemungkinan terbawa arus dan gelombang sehingga terdampar di pesisir pantai pulau Konga. Hanya wilayah di bagian timur yang terbebas dari sampah sebab terdapat perusahaan budidaya mutiara,” tutur Ali Usman Wahar, salah seorang nelayan di Konga, Minggu (8/4/2018).
Wilayah pulau Konga lainnya kata Ali, tidak dihuni dan perahu nelayan pun jarang bersandar di wilayah ini. Kalau ada nelayan yang cari kayu bakar di pesisir pantai saja baru mereka mampir sehingga tidak ada yang membersihkan sampah di pulau Konga.

Hal senada juga disampaikan Simon Lamakadu, putra asli Flores Timur yang menetap di Jakarta saat mengunjungi pulau tersebut. Saat snorkeling di sekitar pantai berpasir putih yang dipenuhi bakau di bagian utara pulau Konga, dirinya menyebutkan di bagian dasar laut terdapat banyak sampah sisa makanan dan lainnya serta tak ada ikan.
“Banyak sekali sampah yang menumpuk di dasar laut terlebih sisa makanan. Mungkin dibuang perahu nelayan yang berlabuh di sekitar sini ataukan limbah dari perusahaan mutiara di sisi timur pulau ataukah terbawa arus dan gelombang“ tuturnya.
Saat dibawa melakukan snorkeling sekitar dua ratus meter ke arah barat pulau yang dipenuhi tebing Simon mengangkat tangan seraya mengacungkan jempol.
Menurutnya, perairannya relatif lebih bersih bila agak sedikit ke tengah. Banyak karang dan ada yang berukuran besar, tetapi bila bergeser mendekati pantai terlihat banyak karang yang mati dan rusak.
“Mungkin terkena bom sehingga karangnya jadi hancur. Ataukah memang akibat terkena jangkar kapal atau jaring sehingga perlu ada perhatian pemerintah bila pulau Konga dan laut di sekelilingnya akan dijadikan destinasi wisata,” pesannya.
Gregorius Mulo Witin kepala desa Konga mengatakan, pulau Konga hampir tidak pernah disinggahi warga ataupun nelayan. Masyarakat takut karena kerap diusir dan dimarahi anggota polisi yang berjaga di sekitar lokasi areal budidaya mutiara.
“Hal ini disebabkan ulah beberapa orang yang sering mencuri mutiara di tempat tersebut. Paling kalau ada hajatan di desa, kami ke pulau tersebut guna menangkap kambing liar di sana dan disembelih untuk konsumsi masyarakat,“ tuturnya.