Perpustakaan Desa Sarana Pengembangan UMKM di Lamsel
Editor: Irvan Syafari
LAMPUNG — Upaya berbagai elemen masyarakat dalam meningkatkan minat dan budaya baca terus mendapat dukungan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Selatan.
Salah satu bentuk dukungan ialah pemberian bantuan fasilitas penunjang perpustakaan di antaranya komputer kepada Perpustakaan Desa (Perpusdes) dan Taman Baca Masyarakat (TBM). Fasilitas penunjang perpustakaan komputer diberikan Pemkab Lamsel untuk Perpusdes Lebung Nala, Perpusdes Sri Katon, TBM Bugenvil.
Pemberian tambahan fasilitas penunjang perpustakaan tersebut dibagikan di lamban rakyat, rumah dinas Bupati Lampung Selatan pada acara “Gebyar Gelora Pustaka Gemilang dan Gerakan Safari Membaca 2018”.
Sugeng Hariyono selaku penerima penghargaan bagi komunitas literasi bersama 4 desa replika, 4 taman baca, pegiat literasi dan penulis menyebut peningkatan minat baca di Lamsel semakin meningkat.
Ia mengatakan, munculnya perpusdes, TBM dan relawan pegiat literasi menjadi bentuk sinergi pemerintah dan masyarakat meningkatkan kegemaran membaca.
“Kami para pegiat literasi dan juga pengelola perpustakaan desa tentunya sangat mengapresiasi pemkab Lamsel yang memberi dukungan fasilitas,namun fasilitas tersebut masih belum maksimal digunakan sehingga perlu ditingkatkan lagi di setiap desa,” kata pegiat literasi motor pustaka dan fasilitator Perpuseru ini di Lampung Selatan saat dikonfirmasi Cendana News, Selasa (24/4/2018)
Menurut Sugeng bentuk pemanfaatan fasilitas komputer bagi pemberdayaan masyarakat khususnya bidang pendidikan, Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) telah dilakukan beberapa Perpusdes di Lamsel.
Sugeng mengatakan, pemberdayaan masyarakat melalui perpustakaan desa untuk generasi muda dilakukan oleh Perpuseru Titian Ilmu desa Titiwangi, Kecamatan Candipuro.
Perpuseru Titian Ilmu telah memberikan pelatihan anak usia dini mengetik sepuluh jari, aplikasi komputer terapan,pembuatan hasil kerajinan. Selain itu fasilitas komputer digunakan untuk pemasaran produk kerajinan berupa manik manik, sabun cuci serta produk UMKM milik masyarakat setempat.
Sugeng menuturkan, melalui kegiatan literasi yang meningkatkan minat baca terutama bagi pelajar dan generasi muda mulai memiliki dampak yang positif. Terobosan dan inovasi tersebut terlihat dengan terkoneksinya perpustakaan Titian Ilmu dengan program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) melalui Sekolah Swasembada Water Closet Indonesia (SWCI).
Sebagian hasil cetakan WC bahkan sudah dijual ke masyarakat menjadi sumber penghasilan bagi Badan usaha milik desa (Bumdes).
“Melalui perpustakaan desa ikut mendukung peningkatan derajat kesehatan dengan inovasi pengadaan jamban sehat murah dan praktis,” kata Sugeng.
Hal yang sama terjadi di Perpusdes Desa Pasuruan dengan nama Midang Belajakh. Keberadaan fasilitas komputer di perpusdes tersebut digunakan untuk pembelajaran masyarakat.
Sejumlah UMKM seperti pembuatan kue, bubuk kopi dan penrajin lain ikut berkembang dengan adanya Perpusdes. Terintegrasi dengan kampung literasi desa Pasuruan, potensi desa juga dikenalkan melalui internet di perpusdes.
“Geliat literasi memang tidak hanya melulu menjadi tempat untuk membaca buku tapi bisa menyerap ilmunya dan mengaplikasikannya untuk pemberdayaan masyarakat,” ungkap Sugeng.
Kegiatan literasi ini memberi dampak positif peningkatan derajat kesehatan, ekonomi dan pola pikir masyarakat. Perpustakaan desa Palembapang bernama Mata Batu (Masyarakat Pecinta Baca Tulis) memberi pelatihan menulis bagi generasi muda. Keberadaan sanggar kesenian Sai Buai juga ikut berkembang dengan adanya perpusdes sehingga kesenian tradisional bisa dilestarikan.
“Cakupan kegiatan literasi harus lebih luas dari hanya sekedar membaca buku tapi juga pemberdayaan masyarakat di antaranya UMKM dan sektor lain,” ujar Sugeng.
Dia menyebut, perpustakaan di beberapa desa telah mendapat dukungan dari dana desa (DD).
Meski demikian dukungan pemerintah desa di Lamsel belum sepenuhnya dilakukan oleh beberapa desa lain di Lampung Selatan. Sejumlah desa yang telah menyisihkan dana desa untuk pengembangan perpustakaan., di antaranya Desa Titiwangi, Desa Rawa Selapan di Kecamatan Candipuro, Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan, Desa Kerinjing di wilayah Kecamatan Rajabasa.