Pengawasan USBN SMP di Lamsel Gunakan Sistem Silang Penuh

Editor: Irvan Syafari

Kepala Bidang Kurikulum SMPN 1 Penengahan Lampung Selatan Drs Supangat -Foto: Henk Widi.

LAMPUNG — Kepala Bidang Kurikulum SMPN 1 Penengahan, Lampung Selatan Drs Supangat mengatakan, Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) tingkat SMP di wilayahnya menggunakan sistem silang penuh. Untuk itu pihaknya mendatangkan 30 guru dari sekolah lain.

Tujuan sistem silang penuh dalam pengawasan USBN untuk menjaga netralitas guru pengawas. Sebaliknya sebanyak 30 guru dari total 47 pendidik dari SMPN 1 Penengahan juga mengawas di sejumlah SMP lain dalam wilayah Kecamatan Bakauheni dan Ketapang.

Pelaksanaan USBN di SMPN 1 Penengahan pada tahun ajaran 2017/2018 diikuti oleh sebanyak 297 siswa kelas IX. Jumlah siswa peserta ujian pada tahun ini lebih sedikit dibandingkan tahun 2017 dengan total sebanyak 305 peserta USBN.

Sebanyak 9 kelas atau rombongan belajar selama pelaksanaan USBN dibagi dalam 15 lokal dengan dua pengawas dari sekolah lain.

Pembagian kelas dilakukan untuk memberi kesempatan bagi siswa mengerjakan ujian dengan tenang sehingga satu kelas diisi sebanyak 18 siswa. Selama ujian pengawas melarang siswa menggunakan alat komunikasi dan menyontek.

Pengawas hanya diperbolehkan membantu siswa dalam membagikan soal,lembar jawaban dan mengawasi pelaksanaan ujian siswa.

“Selama pelaksanaan ujian, kami tidak melaksanakan kegiatan belajar mengajar, sehingga siswa yang menjalankan ujian bisa mengerjakan soal dengan nyaman,” ujar Supangat kepada Cendana News, Senin (9/4/2018)

Menurut Supangat selama pelaksanaan USBN tingkat SMP presentase materi ebanyak 25 persen merupakan soal dari pusat dan 75 persen dari daerah, kecuali untuk mata pelajaran pendidikan agama yang diujikan pada hari terakhir, yaitu 75 persen materi soal dari pusat dan 25 persen dari daerah.

Kelulusan siswa diakuinya sangat ditentukan oleh USBN sehingga siswa telah diberikan latihan atau bimbingan belajar untuk bisa mengerjakan soal dengan baik.

Berdasarkan jadwal mata pelajaran yang diujikan, yaitu Senin (9/4) mata pelajaran Bahasa Indonesia dan PKN, Selasa (10/4) Bahasa Inggris dan IPS, Rabu (11/4) Matematika, Kamis (12/4) mata pelajaran IPA dan Senin (16/4) mata pelajaran Pendidikan Agama. Pelaksanaan USBN disebutnya masih mempergunakan sistem paper based test (PBT) karena belum ada fasilitas komputer.

Pelaksanaan USBN akibat keterbatasan fasilitas diakuinya belum menerapkan ujian berbasis komputer (UBK). Meski demikian ia menghimbau kepada para siswa untuk mengerjakan soal dengan teliti dan benar.

Selain delapan pelajaran USBN para siswa kelas IX juga harus mengikuti ujian sekolah di antaranya Bahasa Indonesia, Pendidikan Agama, Matematika, PKN, Bahasa Inggris, Seni Budaya, IPA, TIK/Prakarya, IPS, Penjas Orkes, Bahasa Lampung dan Sulam Tapis.

Pelaksanaan USBN SMP dilaksanakan setiap hari mulai pukul 07:30 WIB hingga pukul 09:30 WIB setiap harinya. Selama pelaksanaan USBN para siswa yang tinggal jauh dari sekolah juga kini mendapatkan fasilitas angkutan gratis dari angkutan pedesaan.

Angkutan pedesaan gratis ini meurpakan program corporate social responsibility (CSR) perusahaan tersebut membantu siswa dalam proses antar jemput ke sekolah sehingga tidak terlambat tiba di sekolah.

Para siswa terlihat serius mengerjakan soal USBN hari pertama pelajaran Bahasa Indonesia dan PKN -Foto: Henk Widi.

Selama pelaksanaan USBN pihak sekolah, Supangat menghimbau siswa untuk fokus belajar dibandingkan bermain gawai. Kepada para orangtua anjuran untuk mengawasi kegiatan belajar siswa agar siswa bisa lulus dengan hasil memuaskan.

Penggunaan nilai USBN sebagai penentu kelulusan diharapkan bisa menyemangati siswa untuk mengerjakan soal dengan teliti dan benar.

Lihat juga...