Pacu Produksi Padi, Kaltim Terkendala SDM
Editor: Irvan Syafari
BALIKPAPAN — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menargetkan produksi padi dapat meningkat 10 persen setiap tahunnya. Target itu setiap tahunnya dapat tercapai, sekalipun terkadang tidak mencapai target.
Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Kaltim Ibrahim mengungkapkan, berbagai upaya meningkatkan produksi padi terus dilakukan oleh pemerintah.
Namun demikian, beberapa kendala masih ditemui setiap tahunnya seperti kendala musim kemarau dan hujan.
“Kami itu tiap tahunnya kadang tercapai tapi juga kadang di bawah target. Beberapa hambatan di lapangan seperti musim kemarau, dan musibah banjir,” ungkapnya, Senin (23/4/2018).
Kendala lain yang ditemui adalah terbatasnya jumlah sumber daya manusia (SDM) atau petani yang mengerjakan perkembangan padi di Kaltim.
“Umumnya petani yang ada berusia tua atau 40 tahun ke atas. Generasi muda enggan menjadi petani atau melanjutkannya,” keluhnya.
Untuk memenuhi kebutuhan SDM tersebut Ibrahim menjelaskan beberapa Sekolah pertanian yang ada di Kota Samarinda menjadi andalan pihaknya untuk mencetak wirausaha atau petani muda.
“Untuk mencetak petani-petani muda kami saat ini andalkan Sekolah Pertanian Pembangunan (SPP), Sekolah Pertanian Menengah Atas (SPMA) yang ada di Samarinda,” sebutnya.
Badan Pusat Statistik (BPS) 2017 mencatat komoditas produksi padi sebesar 400.040 ton, naik sebesar 31,02% dari 2016 yang mencapai 305.337 ton.
Kendati naik cukup signifikan, menurutnya belum cukup memenuhi kebutuhan beras masyarakat Kaltim yang terus tumbuh seiring dengan peningkatan jumlah penduduk.
“Upaya lain untuk peningkatan produksi dilakukan dengan perbaikan prasarana pengairan, seperti rehabilitasi jaringan irigasi, pembangunan pintu-pintu air, dan pompanisasi,” ujar Ibrahim.
Selain itu, luas area tanam juga diupayakan untuk tetap ditambah setiap tahunnya. Mengingat lahan yang masih kosong untuk tanam padi juga banyak.