NU NTB Minta Warga Berperan Aktif di Pilkada 2018
Editor: Koko Triarko
LOMBOK TENGAH – Partisipasi masyarakat memiliki peran peran penting dalam menghasilkan pemimpin berkualitas pada setiap suksesi pemilihan atau gelaran pesta demokrasi lainnya.
Karena itu, pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018 maupun pemilihan umum Presiden 2019, masyarakat diharapkan bisa mengambil bagian dengan ikut berpartisipasi aktif dengan tidak menjadi golongan putih (Golput).
“Untuk menghasilkan pemimpin berkualitas pada Pilkada NTB 2018, partisipasi aktif masyarakat diperlukan, jangan sampai Golput”, kata Rois Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) NTB, TGH. Ma’arif Ma’mun, di Lombok Tengah, Jum’at (20/4/2018).
Menurutnya, NU tidak pernah lepas dari aktivitas politik, karena itu warga NU tidak boleh Golput, wajib bagi warga NU untuk ikut serta dalam pemilihan umum pemilihan bupati, Gubernur dan pemilihan lain.
NU tidak boleh absen harus ikut andil, maka para Kyai mewajibkan warga NU untuk memilih presiden, bupati dan gubernur, hukumnya wajib bagi NU. NU ada di mana-mana, tapi tidak ke mana-mana.
“Mudah-mudahan proses Pilkada nanti akan berlangsung aman dan menghasilkan pemimpin sesuai yang dikehendaki Allah melalui suara masyarakat, semoga kita tidak salah pilih”, katanya.
Ia juga mengingatkan, agar NU tidak menjadi pecah, hanya karena beda pilihan.
Sebelumnya Kapolda NTB, Brigjen Pol. Firli berharap, pelaksanaan Pilkada serentak di NTB bisa berlangsung aman dan damai, tanpa ada gesekan di tengah masyarakat.
Karena itu kepada Paslon, tim pemenangan Paslon, simpatisan termasuk tokoh agama, Ormas dan masyarakat diharapkan bisa mengambil bagian bisa ikut menciptakan Pilkada damai, dalam upaya melahirkan pemimpin berkualitas.