Mafi Fest, Barometer Perfilman Pelajar dan Mahasiswa

Editor: Irvan Syafari

Direktur Mafi Fest, M Fikri Hidayat-Foto: Agus Nurchaliq.

MALANG — Industri perfilman di Indonesia diharapkan bisa terus berkembang dengan semakin banyaknya sineas muda yang bermunculan dengan karya-karyanya yang mampu memberikan warna tersendiri bagi perfilman Indonesia.

Melihat perkembangan tersebut, sejak 2004 Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kelompok Studi Sinematografi Universitas Muhammadiyah Malang (Kine Klub UMM) secara rutin mengadakan acara Malang Film Festival (Mafi Fest) setiap tahunnya.

Direktur Mafi Fest M Fikri Hidayat menjelaskan, Mafi Fest merupakan wadah kompetisi perfilman bagi pelajar dan mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia.

“Jadi di sini kita mewadahi para sineas muda untuk berkompetisi menampilkan karya terbaiknya sehingga Mafi Fest diharapkan bisa menjadi barometer perfilman bagi pelajar dan mahasiswa di tanah air,” jelasnya kepada Cendana News, Kamis (5/3/2018).

Disebutkan Fikri, dalam penyelenggaraannya yang ke 14 kali, Mafi Fest mengangkat tema ‘Diorama Firtual’ dimana ia ingin menempatkan Mafi Fest sebagai layaknya diorama besar yang bisa menggambarkan kepada masyarakat penikmat film tentang apa yang terjadi di Indonesia.

“Kita ingin menampilkan film-film yang merekam isu-isu hangat yang terjadi di Indonesia dalam kurun waktu tahun 2017 dan 2018,” ungkapnya.

Para sineas muda ini juga dituntut membuat cerita yang dekat dengan realitas kehidupan yang terjadi di Indonesia, tandasnya.

Lebih lanjut Fikri menyampaikan bahwa Mafi Fest kali ini kategori-kategori yang dilombaka memang di fokuskan bagi mahasiswa dan pelajar. Kategori tersebut yakni fiksi pendek pelajar, fiksi pendek mahasiswa serta dokumenter pendek pelajar dan dokumenter pendek mahasiswa.

Menurutnya sejak dibuka penerimaan karya pada November tahun lalu, karya yang masuk sebanyak 416 film dari seluruh Indonesia.

“Dari seluruh film tersebut kemudian kita kurasi hingga tersisa 25 film yang akan masuk dalam penjurian dan akan diputar di acara puncak Mafi Fest dengan durasi maksimal 30 menit per,” sebutnya.

Selain penilaian, setiap harinya Mafi Fest akan menayangkan beberapa film dokumenter untuk disaksikan bersama-sama hingga 7 April mendatang.

Suasana nonton film dokumenter-Foto: Agus Nurchaliq.

“Dalam kegiatan pra Mafi Fest, pada bulan Januari kami sudah mengadakan roadshow perkenalan Mafi Fest dan juga mengajak siswa SMA dan SMK di Malang untuk memproduksi film. Kita fasilitasi mereka mulai dari pra produksi film hingga filmnya jadi,” sebutnya.

Nantinya film tersebut juga akan kita putar, pungkasnya.

Lihat juga...