6.542 Siswa SMA di Sumbar Tidak Bisa Ikuti UNBK
Redaktur: ME. Bijo Dirajo
PADANG — Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang digelar serentak pada hari Senin tanggal 9 April 2018 pekan depan di ikuti 40.232 peserta dari berbagai SMA di Sumatera Barat.
Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Barat, Burhasman mengatakan, tidak semua sekolah di yang bisa melaksanakan. Setidaknya ada di tujuh kabupaten dan kota yang harus melakukan Ujian Nasional Berbasis Pensil (UNBP).
“Jadi yang mengikuti UNBK itu ada 262 sekolah dengan jumlah peserta 40.232. Untuk UNBP ada 6.542 peserta dengan jumlah sekolah 54,” katanya, Kamis (5/4/2018).
Tujuh kabupaten dan kota itu dari juga sekolah dari Kota Padang, lalu dari Kabupaten Kepulauan Mentawai, Tanah Datar, Solok Selatan, Sijunjung, Dharmasraya, dan Kabupaten Pasaman Barat.
Persoalan, karena peralatan dan akses internet. Kondisi ini pun, masih sama dengan kondisi pada tahun-tahun sebelumnya.
Kondisi saat ini, jauh berbeda jika dibandingkan dengan pelaksanaan UNBK untuk SMK. Di Sumatera Barat sendiri pelaksanaan UNBK untuk SMK mencapai 99,6 persen.
Artinya, hanya ada dua sekolah dan dengan jumlah peserta UN 101. Dua sekolah itu terdapat di Kabupaten Kepulauan Mentawai saja. Sedangkan untuk daerah lainnya, bisa mengikuti UN berbagai komputer.
“Untuk daerah Mentawai, kita akan pikirkan cara supaya bisa mengikuti UNBK. Sebab tahun ini juga tengah dilakukannya pembangunan telekomunikasi di Mentawai,” ucapnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Sumatera Barat Bustavidia menambahkan terkait persoalan masih cukup banyaknya sekolah yang belum melaksanakan UNBK, akan disampaikan ke Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di pusat.
“Sesudah pelaksanaan UNBK tahun 2018 ini. Kita akan sampaikan harapan kepada PPK pusat, supaya UNBK bisa dilakukan secara offline. Sehingga nantinya, tinggal fokus menyediakan fasilitas komputer saja,” tegasnya.
Selama ini, meski sudah ada komputer tapi akses internetnya sulit, jadinya tidak bisa melaksanakan UNBK. Untuk itu, jika ada kebijakan secara offline, akan sangat memudahkan pelaksanaannya di Sumatera Barat.
“Kalau bisa offline, maka kemungkinan besar pelaksanaan UNBK di Sumatera Barat bisa 100 persen,” katanya lagi.