Limbah Melimpah, Petani di Lampung Bakar Jerami
Editor: Mahadeva WS
LAMPUNG — Melimpahnya jerami sisa panen padi memberi dampak positif bagi sejumlah pemilik ternak sapi dan kerbau di wilayah Lampung Selatan yang tengah panen raya padi. Para peternak pencari jerami membantu proses pembersihan lahan oleh para petani yang telah selesai panen.
Namun semenjak sepekan terakhir, proses pembersihan jerami dilakukan dengan dibakar oleh para pemilik lahan. Panen bersamaan di beberapa wilayah membuat limbah jerami di sejumlah lahan pertanian di desa Banjarmasin, desa Kelau, desa Kuripan tidak sempat diambil oleh peternak.
Salah satu pemilik lahan sawah Saiful (39) menyebut, pada musim panen tahun ini hasil panen jerami miliknya tidak diambil peternak. Musim panen bersamaan disebutnya membuat peternak kerbau dan sapi memilih mencari ke lokasi terdekat.

Karena tidak ada yang memanfaatkan, Saiful menyebut terpaksa membakar jerami untuk mempercepat pembersihan lahan. Proses pembersihan limbah pertanian jerami dengan sistem bakar diakui Saiful selain lebih menghemat waktu juga menghemat biaya.
Sementara abu sisa pembakaran masih bisa digunakan untuk pupuk dan disebarkan ke lahan sawah. roses pembakaran sengaja dilakukan saat panas terik matahari sehingga jerami cepat habis terbakar. Proses pembakaran juga dilakukan dengan memperhitungkan arah angin agar asap yang dibakar tidak mengarah ke Jalan Lintas Sumatera.
Jerami limbah panen padi paska perontokkan dibakar hanya pada bagian tengah sawah. Jerami yang berada di dekat sungai dimanfaatkan dengan diletakan pada tanggul untuk menjadi media tumbuhnya jamur merang. “Selain untuk peternak biasanya jerami memang diambil petani jamur tapi karena melimpah di lahan saya tidak diambil orang,mereka lebih memilih lokasi terdekat,” ungkapnya.
Hasil panen padi varietas Muncul pada lahan seluas satu hektar diakui Saiful bisa memperoleh sebanyak 5 ton gabah kering panen. Meski memperoleh hasil banyak ia sengaja menyimpan hasil panen untuk digunakan sebagai persiapan bulan Ramadan dan Idul Fitri tanpa menjual ke pedagang gabah.
Harga gabah kering panen seharga Rp4.300 perkilogram atau Rp430ribu perkuintal disebutnya cukup bagus. Namun kebutuhan beras untuk keluarga sengaja dipasok dari hasil panen pada bulan April tanpa harus membeli beras di toko.