Keberadaan Sasirangan Cetak Promosikan Produk Lokal

Editor: Irvan Syafari

Pemilik Iwan Sasirangan Ahmad Iswant - Foto: Arief Rahman

BANJARMASIN — Gencarnya kain sasirangan cetak (printing) memasuki pasar Kalsel ternyata tidak membuat pelaku usaha sasirangan lokal (buatan tangan) kalah bersaing.

Malah menurut salah satu pebisnis sasirangan di Banjarmasin Ahmad Iswanto, hadirnya kain sasirangan printing membuat kain sasirangan lokal menjadi lebih terkenal di luar daerah.

“Tidak ada sama sekali pengaruhnya, khususnya penurunan. Bahkan akibat adanya kain sasirangan printing, makin banyak turis lokal dan luar daerah yang mengenal dan tertarik untuk membeli kain sasirangan saat berkunjung ke Kalsel,” ungkap pemilik Iwan Sasirangan tersebut, Kamis (26/4/2018).

Memang menurutnya, kain sasirangan printing sendiri harganya dibandrol jauh lebih murah sekitar 30 persen ketimbang sasirangan lokal. Namun kebanyakan mereka yang membeli kain sasirangan tidaklah mementingkan harga, tapi lebih kepada kualitas.

“Makanya tidak terjadi pengaruh. Karena walau dari sisi harga miring dari sisi kualitas kain dan warna kalah jauh dengan sasirangan lokal,” tambahnya.

Bahkan diakuinya sejak mulai gencarnya Pemerintah Provinsi Kalsel dan Pemerintah Kota Banjarmasin melakukan promosi pariwisata yang membuat kunjungan turis lokal dan luar negeri naik signifikan, penjualan kain sasirangan lokal pun ikut mengalami kenaikan hingga 30 persen.

“Kita harapkan tren kenaikan seperti ini bisa terus berlanjut. Dengan begitu tentunya kami pengusaha kain sasirangan makin bersemangat menghadirkan kreasi motif terbaru bagi konsumen,” harapnya.

Sementara itu, penjual kain sasirangan lainnya di Banjarmasin Intan Wulan Sari mengakui mulai banyaknya jenis kain sasirangan printing di pasaran. Bahkan kini selain menjual kain sasirangan lokal, dirinya juga menjual kain sasirangan printing.

Hadirnya kain sasirangan printing sendiri menurutnya tidaklah negatif, karena konsumen memiliki banyak pilihan. Jika ingin yang harganya murah bisa membeli sasirangan printing, sementara jika berkualitas mereka akan memilih kain sasirangan lokal.

“Biasanya kalau turis lokal itu kalau untuk oleh-oleh beli sasirangan cetak, kalau untuk dipakai sendiri beli sasirangan lokal. Untuk keuntungan yang bisa kami diperoleh memang lebih banyak sasirangan lokal,” pungkasnya.

Lihat juga...