KA Minangkabau Ekspres Beroperasi Awal Mei
Redaktur: ME. Bijo Dirajo
PADANG — Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Irwan Prayitno menyebutkan, Kereta Api (KA) Bandara Minangkabau Ekspres dijadwalkan beroperasi Mei mendatang.
Ia menyebutkan, untuk saat ini semua kelengkapan sudah siap. Awal Mei Menteri Perhubungan Budi Karya direncanakan memperkenalkan KA Bandara pada masyarakat.
“Setelah nanti diperkenalkan, kereta akan beroperasi. Sementara untuk peresmian secara besar-besaran dilakukan oleh Presiden Joko Widodo, namun belum pasti jadwalnya,” ucapnya Irwan, ketika meninjau kesiapan sarana prasarana sebelum KA Minangkabau Ekspres beroperasi, di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Rabu sore (24/4/2018).
Menurutnya, dibutuhkan waktu yang cukup lama merealisasikan moda transportasi terintegrasi ini. Kendala awal, pembebasan lahan untuk pembangunan rel dari wilayah Duku menuju BIM sepanjang 3,9 km. Dimulai 2014, tuntas 2016. Bahkan penyelesaiannya sampai ke meja pengadilan.
“Tanah dan rel selesai, lalu ada perubahan lokomotif yang menarik kereta. Awalnya lokomotif Sibinuang, namun ada yang perlu diperbaiki cukup lama. Akhirnya Kementerian Perhubungan menganti lokomotif baru yang didatangkan dari Kore Selatan,” ujarnya.

Akhirnya, keseluruhan sarana dan prasarana operasional KA Minangkabau Ekspres tuntas akhir tahun 2017. Akan tetapi, untuk operasional ke depan, masih ada peningkatan layanan. Misalnya, pembangunan ruang keberangkatan BIM yang langsung terkoneksi dengan stasiun kedatangan KA Bandara.
“Angkasa Pura II BIM akan melakukan pembenahan. Nanti pintu keberangkatan yang saat ini jadi pintu kedatangan penumpang pesawat. Lalu pintu keberangkatan berada dekat dengan Stasiun KA Minangkabau Ekspres,” bebernya.
Irwan Prayitno berharap, masyarakat benar-benar memanfaatkan keberadaan kereta menuju bandara. Sebab lebih cepat, hemat, dan efektif.
“Angkutan kereta ini lebih murah dibanding angkutan yang lain. Dipastikan tepat waktu, bebas macet,” katanya.
Sementara itu, Kepala PT Kereta Api Indonesia Divisi Regional (KAI Divre), Yuherman menjelaskan, layanan kereta api menuju BIM tak saja diperuntukkan menuju bandara. Penumpang dari Pariaman dan Kayu Tanam, bisa juga diarahkan masuk ke BIM, transit ke stasiun Duku.
Khusus untuk KA Minangkabau Ekspres, jadwalnya beroperasi 5 kali perjalanan bolak-balik dari Stasiun Simpang Haru Padang menuju BIM. Tarif yang dikenakan Rp10.000. Jaraknya mencapai 22 kilometer, dengan waktu tempuh diperkirakan 30 menit.
“Untuk jadwal KA Minangkabau Ekspres, pasti kita sesuaikan dengan jadwal kedatangan ataupun keberangkatan pesawat,” ungkap Yuherman.
Selain itu, tambah Yuherman, agar layanan interkoneksi moda transportasi ini benar-benar dirasakan masyarakat, kedepan PT KAI juga akan membuka loket check in penerbangan di stasiun kereta api yang dilalui KA Minangkabau Ekspres.
“Kalau penumpang pesawat sudah check in di stasiun, mereka tak perlu lagi mengantre atau terburu-buru,” katanya.
Sekedar informasi, Kereta Api Minangkabau Ekspres dengan dominasi warna hijau, terdiri dari empat rangkaian kereta. Daya tampungnya, mencapai 393 orang. Rute yang dilewati, mulai dari Stasiun Simpang Haru Padang, Stasiun Tabing, Stasiun Duku, dan Stasiun BIM.