Jenazah Bayi Dibawa Pulang Gunakan Mobil Pickup dari RS
Redaktur: ME. Bijo Dirajo
MAUMERE — Januario Jaeng yang berumur 2,3 bulan yang meninggal dunia di kamar Melati RSUD TC Hillers Maumere, Selasa (27/3/2018) terpaksa dibawa pulang keluarga korban dengan menggunakan mobil pick up.
“Tak ada inisatif dari petugas kesehatan membawa jenazah bayi nahas ini ke kamar jenazah dan memandikannya. Tidak ada sepotong kain pun yang dipakai menutup bayi tersebut dan kami terpaksa membawanya pulang,” ujar salah satu keluarga korban, Soleman di Maumere, Kamis (4/4/2018).
Berita terkait: Diduga Kelalaian Perawat, Bayi di Maumere Meninggal
Ditambahkan Soleman, tidak ada ambulans yang tersedia sehingga keluarga korban terpaksa mencari mobil sendiri dan menunggu sejam lebih di tempat parkir kendaraan hingga pukul 19.00 WITA. Setelah mobil pick up milik salah seorang anggota keluarga tiba, bayi tersebut pun dibawa ke rumah duka orang tuanya.
“Mobil pick up yang mengangkut jasad Rio milik keluarga yang datang sekitar satu jam lebih setelah bayi nahas ini meninggal. Pihak rumah sakit tidak berkenan mengerahkan ambulans membawa jasad anak kami,” tegasnya.
Ditambahkan Kanisia Petra, ipar ibunda korban mengaku memandikan sendiri keponakannya setiba di rumah duka di Kampung Napung Langir kelurahan Wolomarang kecamatan Alok Barat. Dirinya menyesalkan ketidakpedulian pihak rumah sakit dalam melakukan perawatan hingga bayi tersebut meninggal.
“Saya yang mandikan Rio di rumah ini. Pihak rumah sakit tidak ada inisiatif membawa anak kami ke kamar jenazah dan memandikannya. Semua orang diam dan mungkin karena kami orang miskin sehingga kami terpaksa membawa pulang bayi kami sendiri,” sesalnya.

Sementara itu, Direktur RSUD TC Hillers Maumere dr. Clara Y. Francis dalam rilis yang diterima Cendana News mengatakan, memang benar pasien dianjurkan puasa sesuai instruksi dokter dalam prosedur penanganannya karena pasien sesak napas dimana resiko tersedak apabila minum atau makan dalam kondisi sesak napas.
“Hal ini sudah dikomunikasikan dengan ibu Pasien. Untuk mengatasi sesak napas dilakukan pengasapan untuk mengencerkan lendir dan mengurangi sesak napas dan ini sudah sesuai prosedur penanganan rumah sakit,” terangnya.
Menyangkut pelayanan kereta jenazah, tambah Clara, perlu dijelaskan bahwa sesuai prosedur atau alur pasien meninggal di ruang perawatan rumah sakit, jenazah keluar melalui kamar Jenazah untuk dilakukan perawatan jenasah sebelum dipulangkan. Instalasi perawatan jenazah akan mempersiapkan kereta jenazah untuk pemulangan.
“Tapi sayang, jenazah dibawa sendiri oleh keluarga dan tidak melewati alur pasien meninggal sehingga terjadi hal di luar kendali rumah sakit. Apalagi pada situasi yang tidak kondusif saat itu tidak memungkinkan untuk komunikasi bisa berjalan baik,” pungkasnya.