Jaga Silaturahmi, Polsek Sidomulyo Larang Siswa Berkonvoi Saat Kelulusan
Editor: Satmoko
LAMPUNG – Jelang kelulusan siswa kelas IX SMP dan kelas XII SMA, Kepolisian Sektor Sidomulyo terus melakukan anjau silau atau silaturahmi ke beberapa sekolah.
Kunjungan anjau silau tersebut di antaranya bertepatan dengan kelulusan siswa sekolah setelah mengikuti ujian nasional. Kapolsek Sidomulyo Inspektur Polisi Satu Sigit Riyanto S. Kom, SH. MH menyebut, telah mengunjungi sejumlah sekolah di wilayah hukum Polsek Sidomulyo.
Selain memberi imbauan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kambtimas), bahaya narkotika dan obat berbahaya, jelang kelulusan menjadi perhatian penting Polsek Sidomulyo.
Iptu Sigit Riyanto S. Kom, SH. MH menyebut, eforia atau suka-cita atas kelulusan harus dimaknai dengan kegiatan yang positif. Sebab selama ini disebutnya sukacita kelulusan identik dengan aksi coret baju menggunakan cat semprot, konvoi kendaraan bermotor.
Selain tidak berfaedah dan membahayakan keselamatan diri sendiri, membahayakan pengguna jalan lain, aksi konvoi berpotensi menimbulkan hal tak diinginkan diantaranya kecelakaan lalu lilntas.
“Polsek Sidomulyo melalui Bhabinkamtibmas langsung mendatangi sekolah SMP dan SMA untuk mengimbau agar kelulusan dilakukan dengan hal positif. Sekaligus kami larang melakukan konvoi dan aksi coret baju sekolah,” terang Kapolsek Sidomulyo, Iptu Sigit Riyanto dalam keterangannya melalui Kanit Binmas Polsek Sidomulyo Ipda Maulana Sukmawijaya, Minggu (22/4/2018).
Selain larangan untuk melakukan aksi coret baju, konvoi dengan kendaraan Iptu Sigit Riyanto juga mengimbau kepada siswa untuk mengumpulkan baju seragam sekolah yang masih bisa dipakai.
Selain bisa disumbangkan ke adik kelas yang masih membutuhkan, seragam sekolah kegiatan positif tersebut memiliki manfaat dibandingkan seragam dicoret. Kegiatan positif saat kelulusan juga bisa dilakukan dengan menggalang dana untuk sejumlah panti asuhan dan warga kurang mampu.

Generasi muda yang baru mengalami kelulusan dari jenjang SMP masih akan melanjutkan SMA, sementara lulusan SMA masih harus melanjutkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
“Sebagai generasi muda yang cerdas, visi ke depan untuk maju dengan menghindari kesenangan sesaat dan tidak bertanggungjawab harus dihindari,” paparnya.
Iptu Sigit Riyanto bahkan memuji ratusan siswa SMA Muhamadiyah 1 Sidomulyo tahun ajaran 2017/2018 yang berkomitmen mengumpulkan seragam layak pakai. Seragam layak pakai tersebut akan dikumpulkan saat pengumuman kelulusan dan untuk kegiatan ekspresi kelulusan aksi coret baju akan diganti dengan kain. Kain putih panjang tersebut nantinya akan dipergunakan untuk membubuhkan tanda tangan sekaligus kenangan.
Terkait komitmen sekolah SMA Muhamadiyah 1 Sidomulyo yang akan mengumpulkan seragam, mengganti aksi coret baju dengan kain dibenarkan Kanit Binmas Polsek Sidomulyo, Ipda Maulana Sukmawijaya.
Ia menyebut di wilayah hukum Polsek Sidomulyo saat ini ada sekitar 7 sekolah tingkat SMP/MTS dan sebanyak 7 sekolah tingkat SMA/MA. Ipda Maulana menyebut sebagian sekolah sudah dikunjungi untuk memberi imbauan jelang kelulusan.
“Selain anjau silau kami dari unit Binmas juga selalu rutin melakukan sosialisasi ke sekolah akan bahaya narkoba dan minuman beralkohol,” cetus Ipda Maulana.
Ia juga mengimbau kepada sekolah lain yang akan merayakan kelulusan bisa mencontoh komitmen SMA Muhamadiyah 1 Sidomulyo. Berbagai kegiatan positif berupa pengumpulan dana untuk warga kurang mampu, mengumpulkan buku, menanam pohon bahkan menjadi pilihan. Kegiatan terjun ke sekolah diakui Ipda Maulana menyasar siswa dari mulai jenjang TK hingga SMA untuk memberikan sosialisasi Kamtibmas sejak usia dini.
Selain anjau silau ke sekolah, Polsek Sidomulyo melalui unit Binmas diakui Ipda Maulana juga aktif mendampingi sejumlah komunitas. Komunitas olahraga sepeda,pecinta burung kicau serta komunitas lain yang positif diakui Ipda Maulana menjadi sarana untuk mendekatkan polisi dengan masyarakat.
Imbauan dengan maraknya penggunaan minuman beralkohol oplosan sekaligus disampaikan kepada masyarakat agar tidak ada korban berjatuhan. Selain itu kambtimas jelang pemilihan kepala daerah juga dilakukan melibatkan aparat desa dan masyarakat.