Indonesia Ajukan Biaya Perawatan Sekretariat ASEAN

ASEAN, ilustrasi -Dok: CDN

SINGAPURA – Indonesia telah mengajukan biaya perawatan gedung baru Sekretariat ASEAN di Jakarta secara kolektif, kepada semua negara anggota dalam pertemuan Komite Wakil Tetap (CPR) ASEAN di Singapura.

“Sudah kita lakukan dan sekarang akan kita lakukan assessment (pengkajian) berapa biaya yang kita butuhkan untuk operasional gedung dan juga para staf,” kata Wakil Tetap RI untuk ASEAN, Ade Padmo Sarwono, di Singapura, Kamis (26/4/2018).

Sebagai gambaran, Ade Padmo menyebutkan pengelolaan gedung Sekretariat ASEAN lama yang berada di Jalan Sisingamangaraja, Jakarta, tahun lalu menghabiskan 20 juta dolar AS, sehingga 10 negara ASEAN masing-masing iuran 2 juta dolar AS.

Taksiran biaya untuk Sekretariat ASEAN baru yang ada di Jalan Trunojoyo, Kebayoran, Jakarta, juga dilakukan untuk melihat kepentingan penambahan staf, karena Indonesia mengusulkan semua badan ASEAN yang ada di Jakarta dapat pindah ke gedung baru.

“Selama ini, beberapa badan ASEAN masih menumpang di gedung-gedung milik pemerintah Indonesia, jadi harapannya mereka bisa pindah ke gedung baru,” kata Ade Padmo Sarwono.

Ade mengatakan, gedung baru Sekretariat ASEAN menghabiskan biaya 38 juta dolar AS atau sekitar Rp500 miliar itu, dibangun sepenuhnya oleh Pemerintah Indonesia untuk mengakomodasi perkembangan organisasi ASEAN yang kian maju, baik secara internal dengan berbagai badan yang dimiliki maupun dengan mitra wicara.

“Harapannya, gedung baru ini akan menjadi seperti Markas Besar PBB di New York, dan tentu saja ini akan menguatkan posisi Jakarta sebagai capital of ASEAN,” kata dia.

Pengajuan biaya perawatan secara kolektif tersebut juga akan meliputi sistem pengaturan suara, teknologi informasi dan jaringan internet.

Menurut Ade, jaringan internet yang bagus sangat diperlukan karena Komite Perwakilan Tetap (CPR) ASEAN telah menyepakati pengurangan pertemuan secara langsung guna menekan biaya bepergian dan akomodasi.

“Jadi, ruang telekonferensi di gedung baru harus sangat memadai,” kata dia.

Gedung baru Sekretariat ASEAN dibangun di lahan seluas 11.639 meter persegi dengan konsep ramah lingkungan atau “green building” dan akan dilengkapi dengan fasilitas yang dapat diakses publik, seperti perpustakaan, museum mini sejarah ASEAN, dan ruang terbuka hijau.

Singapura sebagai ketua ASEAN 2018 menjadi tuan rumah Pertemuan Tingkat Menteri ASEAN (AMM) dan ASEAN Leaders’ Summit ke-32 pada 25-28 April 2018. (Ant)

Lihat juga...