Helvy Tiana Rosa Berharap Karyanya Menginspirasi Masyarakat Indonesia
Editor: Satmoko
JAKARTA – Helvy Tiana Rosa termasuk salah seorang penulis yang konsisten menulis karya-karya religi. Namanya dikenal melalui karya-karyanya berupa puisi, cerita pendek, novel, dan esai sastra yang dimuat di berbagai media massa.
Pendiri Forum Lingkar Pena, Teater Bening, dan turut membesarkan Majalah Annida, itu baru-baru ini meluncurkan novel terbaru berjudul ‘Cinta Menggerakkan Segala’ yang ditulis bersama Benny Arnas adaptasi dari skenario film ‘The Power of Love: 212 The Movie’.
“Dalam penulisan novel ini saya memasukkan spirit ruh aksi damai 212 ke dalam novel,“ kata Helvy Tiana Rosa kepada Cendana News seusai peluncuran buku ‘Cinta Menggerakkan Segala’ di Pameran Islamic Book Fair 2018, di Jakarta Convention Center Hall A-B, Senayan, Jakarta, Sabtu (21/4/2018).
Untuk membuat novel yang bagus, perempuan kelahiran Medan, Sumatera Utara, 2 April 1970 itu mengaku melakukan riset dan benar-benar turut merasakan dan hanyut dengan cerita yang ditulisnya.
“Bahkan untuk menulis novel ini saya melakukan wudlu dulu habis salat malam sampai menjelang Subuh diselesaikan,“ ungkapnya.
Helvy menulis novel ini bersama Benny Arnas, sastrawan dari Lubuk Linggau.
“Ini novel yang paling keren, dikerjakan berdua yang mengulas aksi damai 212,“ bebernya.
Pembagian penulisannya sama-sama melihat dari skenario film dulu. Benny menulisnya pada bagian laki-laki, sedangkan Hely menulis pada bagian perempuan. Keduanya sharing, setelah itu edit bersama, kemudian terakhir dieditori Penerbit Republika.
“Untung editornya Mas Irwan Kelana dari Penerbit Republika, kami kenal memang sangat berkompeten,“ tuturnya penuh rasa syukur.
Harapan Helvy, buku ini mendukung filmnya.
“Harapannya film maupun bukunya laku dan bisa menginspirasi masyarakat Indonesia, baik muslim maupun non-muslim,“ paparnya.
“Bukunya layak dibaca, filmnya layak ditonton, jadi sangat aman untuk muslim maupun non-muslim,“ imbuhnya tampak sangat bersemangat.
Promosi melalui media sosial juga menjadi andalan para penulis pada zaman sekarang ini.
“Kita mengandalkan media sosial dan media partner,” tegasnya.
Melalui novel ini, Helvy menyampaikan pada kaum muslim yang ikut maupun tidak ikut aksi damai 212 agar terus bersatu menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Buat orang-orang yang meragukan aksi damai 212 membawa kedamaian, mudah-mudahan mereka dapat hidayah,“ pungkasnya sumringah.