“Festival Mendem Duren” Manjakan Warga Kota Malang
Editor: Irvan Syafari
MALANG — Jelang liburan panjang akhir pekan kali ini, warga Kota Malang dimanjakan dengan hadirnya gelaran “Festival Mendem Duren” dalam rangka peringatan hari jadi Kota Malang ke 104.
Berbagai jenis durian dijajakan puluhan penjual durian selama gelaran festival yang berlangsung hingga hari Minggu di Jalan Gajahmada Kota Malang tersebut.
Pejabat Sementara (PJS) Wali Kota Malang Wahid Wahyudi, yang membuka secara langsung acara tersebut mengaku sangat mengapresiasi gelaran Mendem Duren. Menurutnya ajang tersebut bisa membantu mempertemukan para penjual dengan masyarakat pecinta duren.
Para penjual bisa mendapatkan keuntungan yang lebih banyak dibandingkan jika mereka berjualan di pinggir jalan. Selain itu warga yang suka buah durian juga bisa membeli dan menikmati berbagai jenis durian yang ditawarkan dengan harga yang terjangkau.
Lebih lanjut, Wahid Wahyudi, yang juga sempat mencicipi buah durian yang dijual oleh salah satu pedagang, mengaku puas dengan rasa buah durian yang ia nikmati. Bahkan menurutnya rasa buah durian Malang tidak kalah dengan durian dari luar negeri.
“Untuk duriannya sendiri punya rasa yang luar biasa ada yang manis saja dan ada yang manis pahit. Saya yakin rasa durian Malang ini tidak kalah dengan durian dari berbagai daerah di Indonesia bahkan tidak kalah dari durian impor,” ucapnya, Jumat (13/4/2018). Nikmatnya luar biasa, dagingnya juga lunak dan lembut, imbuhnya.
Sementara itu salah satu penjual durian, Ibu Sujati mengaku telah menyiapkan sekitar 400 buah durian untuk ia jual dalam acara Mendem Duren 2018. Menurutnya, durian-durian tersebut ia ambil dari daerah Ngantang Kabupaten Malang.
“Ada durian manalagi, petruk, dan durian montong lokal. Untuk harganya berfariasi mulai dari 40-150 ribu rupiah tergantung jenis dan besar kecil ukuran durian,” imbuhnya.
Tidak hanya dimanjakan oleh ribuan jenis durian, dalam acara tersebut juga diramaikan dengan festival bakso dan mie serta lomba kreasi kuliner yang di ikuti oleh Ibu-ibu.
Menurut PJS Wali Kota Malang, kreasi masakan dari para ibu yang mengikuti lomba seharusnya bisa digunakan untuk bekal Bapak-bapak agar bisa di makan di tempat kerjanya masing-masing.
“Jadi tadi banyak produk-produk kuliner yang masih murni kreasi dari para ibu-ibu. Oleh karena itu hal ini perlu di fasilitasi agar bisa di produksi dan di pasarkan. Karena rasanya sangat luar biasa enak,” ujarnya.