Ekspor Langsung dari Pelabuhan Balikpapan Hemat Biaya Operasional
Editor: Irvan Syafari
BALIKPAPAN — Setelah sukses melakukan ekspor langsung dari beberapa pelabuhan Kawasan Indonesia Timur, Pelindo IV kembali melakukan pelepasan ekspor langsung (Direct Call) perdana ke Shanghai melalui Pelabuhan Kariangau Kontainer Terminal (KKT), Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur, Senin (9/4/2018).
Dirut Pelindo IV Doso Agung mengungkapkan, pelabuhan terminal kontainer di Balikpapan memiliki kedalaman 14 meter, seperti pelabuhan lainnya yang sudah melakukan ekspor langsung.
Ke depannya, semua pelabuhan yang dikelola Pelindo di kawasan Indonesia Timur bisa melakukan ekspor secara bertahap. Saat ini yang bisa melakukan ekspor Makassar, Pantolan dan Balikpapan. Pelabuhan lain yang menyusul, Jayapura, Sorong dan Ambon.
“Terminal ini sama dengan terminal di Jakarta, karena terminal modern kedalaman 14 meter. Hanya saja selama ini tidak ada perdagangan luar negeri, domestik semua. Sehingga akhirnya Pelabuhan Peti Kemas di Balikpapan bisa langsung ekspor, karena hampir semua kawasan Indonesia Timur dulunya tidak ada ke luar negeri dan sekarang ada,” terangnya saat jumpa pers Pelayaran Perdana internasional Direct Call Balikpapan–Shanghai.
Program ekspor langsung perdana dari Balikpapan ini bekerja sama dengan perusahaan pelayaran asal Hongkong, SITC, menggunakan kapal MV Meratus Tomini dengan rute pelayaran Balikpapan langsung menuju ke Shanghai, China.
Dalam pelayaran langsung perdana ini, komoditas yang diangkut yaitu Coconut Fiber dan kayu olahan (Plywood).
Doso menyebutkan dengan adanya direct call sangat menghemat wakt pengiriman dan biaya operasional pengiriman. “Yang tadinya 28 hari sekarang maksimal hanya 9 hari. Biayanya mengalami penghematan 300-500 US dollar,” sebutnya.
Adapun skilus pelayanan kapal terjadi satu minggu sekali sehingga dalam satu bulan terdapat 5 kapan yang melayani direct call.
“Kapal melayani butuh 5 kapal supaya terjadi siklus satu minggu sekali, untuk itu perlu biasa operasional tinggi,” tandasnya.
Ahmad Bambang Deputi Bidang Usaha dan kontruksi Prasarana Kementerian BUMN menjelaskan, ekspor langsung di Kawasan Indonesia Timur terus dikembangkan menyusul komoditi ekspor yang dimiliki daerah memiliki potensi yang besar.
“Kita kembangkan wilayah timur dan lagi gencarnya menjadi prioritas. Nanti kalau sudah rutin maka pengiriman cepat akan mengurangi biaya operasional pengiriman,” bebernya.
Menurutnya, program pemerintah adalah membangun fasilitas selanjut sektor industri atau pelaku dapat memanfaatkannya dengan maksimal.
“Pemerintah bangun dulu fasilitas jadi tidak ada alasan sektor industri dalam melakukan ekspor. Ini perusahaan pelayaran jadi kita bermitra perusahaan pelayaran yang tersebar seluruh dunia, jadi harus kembalinya juga ada,” pungkas Bambang.
Dia juga berharap seluruh pihak dapat bersinergi dalam mendukung pelayanan ekspor langsung ini agar dapat berjalan maksimal dan mendorong perekonomian di daerah masing-masing.
Dalam pelayaran perdana Juga dihadiri Asisten Gubernur Kalimantan, Gubernur Kalimantan Utara, Irianto Lambrie, Plt Wali kota Balikpapan Rahmad Mas’ud, pejabat daerah Provinsi Kaltim dan Kaltara, serta pejabat di lingkungan PT Pelindo IV.