DPD HPI: Kompetensi Anggota di NTT Harus Ditingkatkan
Redaktur: ME. Bijo Dirajo
MAUMERE — Kompetensi dan kemampuan anggota Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) provinsi NTT harus ditingkatkan. Hal tersebut ditujukan agar mampu mengikuti perkembangan dunia pariwisata yang akan berkembang pesat dan dibutuhkan seorang pemandu yang berkompeten.
“Kita akan membuat pelatihan bagi segenap anggota pramuwisata agar bisa menjadi seorang pemandu yang handal. Pramuwisata juga akan diikutsertakan dalam ujian kompetensi untuk mendapatkan lisensi,” tutur Agustinus Bataona, ketua DPD Himpunan Pramuwisata Indonesia NTT, Jumat (13/4/2018) malam.
Dikatakan Agus, sapaannya, saat ini beberapa sopir mobil travel dan juga pribadi-pribadi yang berperan sebagai pramuwisata namun tidak terdaftar menjadi anggota HPI. Jika terjadi permasalahan akan sulit meminta pertanggungjawaban.

“Siapapun yang menjadi pemandu wisata harusnya mendaftar menjadi anggota HPI agar mereka diberikan pembekalan terlebih dahulu untuk menjadi seorang pramuwisata yang baik,” terangnya usai dilantik.
Konradus Rindu ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia yang di dalam Bahasa Inggris juga dikenal dengan Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) kabupaten Sikka menambahkan, saat ini hanya ada 15 sampai 20 persen pramuwisata di Flores yang layak.
“Kemampuan seorang pemandu wisata bukan hanya sekedar memandu wisatawan saja. Dia harus mengetahui tentang sebuah destinasi wisata secara lengkap agar bisa menerangkannya,” tuturnya.
Pramuwisata pesan Konradus, harus meningkatkan kemampuan sumber daya manusianya sebab ilmu pengetahuan itu berkembang. Jangan karena sudah pintar berbahasa Inggris sudah dianggap menjadi pemandu wisata yang hebat padahal belum tentu.
“Penampilan seorang pemandu wisata sangat penting sebab dirinya mewakil daerah dan bangsa ini. Pemandu wisata tentu tidak etis menggunakan celana pendek, kacamata hitam dan baju singlet sebab performance sangat penting,” tegasnya.