Diduga Kelalaian Perawat, Bayi di Maumere Meninggal

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

MAUMERE — Diduga karena kelalaian seorang perawat di RSUD TC Hillers Maumere yang melepas jarum infus menyebabkan seorang bayi, Januario Jaeng yang berumur 2,3 bulan meninggal dunia.

“Bayi saya dibawa ke RSUD TC Hillers karena mengalami sesak nepas, Senin (26/3/2018). Bayi saya lalu diinfus, dipasangi oksigen dan pengasapan, sehingga harus puasa Air Susu Ibu (ASI),” ujar Maria Feritas Du’a Tona di Maumere, Rabu (4/4/2018).

Kejadian tidak menyenangkan kata Maria, berlangsung Selasa (27/3/2018) menjelang sore. Seorang perawat yang bertugas saat itu melepas jarum infus yang sebelumnya menancap di tangan kanan anaknya, karena anaknya dikatakan sering bergerak.

Warga kelurahan Wolomarang ini kepada media mengakui, dirinya mengira, infus yang dilepas itu akan diganti dengan yang baru. Ternyata hingga dua jam infus tersebut tidak dipasang kembali hingga menyebabkan bayi nahas tersebut meninggal dunia.

“Saya tak tahu pasti alasan perawat melepas jarum infus. Perawat mengatakan bayinya terlalu bergerak, kemungkinan darah menyumbat selang infus. Saya bilang kalau bisa diganti saja tapi perawat hanya bilang nanti kita ganti sambil terus melepas infus,” terangnya.

Setelah melepas infus, perawat tersebut hanya keluar masuk ruangan saja meski Maria sudah meminta hingga tiga kali agar infusnya dipasang kembali. Perawat tersebut pun beralasan jarum di rumah sakit sedang tidak ada.

“Saya katakan rumah sakit sebesar ini masa jarum tidak ada. Kalau bisa ambil jarum orang lain dahulu dan berapapun biayanya kami bayar sebab anak kami puasa makan. Tapi hal ini tetap tidak dilakukan hingga anak kami meninggal dunia,” sesalnya.

Orang tua bayi
Maria Feritas Du’a Tona orang tua dari bayi yang meninggal dunia saat dirawat di RSUD TC Hillers Maumere. Foto : Ebed de Rosary

Sementara itu, Direktur RSUD TC Hillers Maumere dr. Clara Y. Francis dalam rilis yang diterima Cendana News menyebutkan, memang benar bayi bernama Januario Roberto, tanggal lahir: 7 Januari 2018 (2 bulan 19 hari) masuk ke RSUD TC Hillers melalui UGD pada tanggal 26 Maret jam 05.45 wita dengan keluhan utama batuk sejak 1 minggu yang lalu, panas tinggi sudah 2 hari yang lalu dan sesak napas 1 hari sebelum datang ke rumah sakit.

“Penanganan medis yang dilakukan di Ruang Perawatan Melati RSUD dr TC Hillers sudah sesuai dengan prosedur penanganan pasien di RSUD dr. T.C. Hillers. Infus yang terpasang terpaksa dicabut sementara karena jarum infus (abbocath) yang masuk dalam pembuluh darah terlipat,” sebutnya.

Terlipatnya jarum infuse, jelas Clara, dapat berdampak lebih lanjut pada rusaknya (pecahnya) pembuluh darah atau tersumbatnya pembuluh darah bahkan lebih lanjut dapat mengakibatkan infeksi. Selang 25 menit kemudian, pemasangan infus diulangi kembali sebanyak 4 kali namun gagal karena kondisi pembuluh darah yang sudah mulai rapuh.

“Pembuluh darah rapuh akibat perburukkan kondisi pasien akibat penyakitnya sehingga infus tidak bisa terpasang kembali. Keadaan ini sudah dikomunikasikan dengan ibu pasien,” terangnya.

Lihat juga...